Palui Banaran Tembus Nominasi AMI Awards 2026, Ingin Musik Tradisi Banua Dikenal di Panggung Nasional

By smartbanua 05 Nov 2026, 16:07:48 WITA, 2 Dibaca Seni & Budaya
Palui Banaran Tembus Nominasi AMI Awards 2026, Ingin Musik Tradisi Banua Dikenal di Panggung Nasional


JAKARTA – Seniman musik tradisional asal Tanjung, Kabupaten Tabalong, Muhamad Irfan Maulana atau yang dikenal dengan nama Palui Banaran, berhasil menorehkan prestasi dengan masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 kategori Karya Produksi Musik Etno Terbaik.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Palui Banaran, tetapi juga masyarakat Kabupaten Tabalong dan Kalimantan Selatan. Keberhasilannya menembus nominasi salah satu penghargaan musik bergengsi di Indonesia sekaligus membuka ruang lebih luas bagi musik tradisional Banua untuk dikenal di tingkat nasional.

Baca Lainnya :

Palui mengungkapkan, pencapaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan pribadi, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan melalui karya musik.

“Masuk nominasi AMI Awards 2026 merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Ini bukan semata-mata pencapaian pribadi, tetapi juga kesempatan untuk membawa nama Tabalong dan Kalimantan Selatan melalui karya musik tradisi. Saya ingin menunjukkan bahwa musik etnik daerah memiliki potensi besar untuk dikenal, diapresiasi, dan mendapatkan tempat di panggung musik nasional,” ungkap Palui.

Kecintaan Palui terhadap musik telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikannya kemudian semakin berkembang ketika memasuki jenjang SMP, saat ia mulai serius mendalami musik tradisional.

Perjalanan panjang tersebut membentuk karakter berkesenian Palui sebagai seniman musik tradisional, komposer, sekaligus pencipta lagu yang konsisten mengangkat kekayaan musikal daerah.

Dalam proses kreatifnya, Palui berupaya memadukan kekuatan musik tradisi dengan pendekatan musikal masa kini tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas karyanya.

Baginya, menjaga tradisi bukan berarti menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, musik tradisional harus terus dikembangkan melalui kreativitas agar tetap memiliki tempat di tengah perubahan selera dan perkembangan industri musik.

Selain menjadi momentum memperkenalkan musik etnik Banua, pencapaian tersebut juga menjadi pengingat pentingnya regenerasi pelaku seni tradisional.

Palui berharap generasi muda, khususnya di Kabupaten Tabalong dan Kalimantan Selatan, tidak melupakan kekayaan seni budaya daerah di tengah derasnya pengaruh musik modern.

“Saya berharap generasi muda tidak malu untuk mengenal dan mencintai musik tradisional daerahnya sendiri. Tradisi bukan sesuatu yang kuno dan harus ditinggalkan, tetapi warisan yang perlu terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman. Melalui kreativitas, kita bisa membuat musik tradisi tetap hidup, diminati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dari penampilannya selama mengikuti rangkaian kegiatan AMI Awards 2026 di Jakarta. Palui mengusung busana etnik bernuansa modern dengan memadukan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan dan motif Dayak pada laung yang dikenakannya.

Perpaduan busana tersebut menjadi bentuk ekspresi kebanggaan terhadap identitas budaya Banua sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal melalui penampilan di panggung nasional.

Keikutsertaan Palui Banaran dalam AMI Awards 2026 turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabalong dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dari Pemerintah Kabupaten Tabalong, dukungan diberikan melalui perhatian Bupati Tabalong H. M. Noor Rifani, S.H., S.T., M.T., serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Gusti Judid Ihsan Permana, S.STP., M.IP.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut memberikan dukungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Kepala Dinas H. Abdul Rahim, S.Sos., M.Pd.

Melalui Bidang Kebudayaan, fasilitasi juga diberikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Edy Suwarto, S.KM., M.M., berupa tiket keberangkatan dan akomodasi hotel selama Palui berada di Jakarta.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang dan kesempatan bagi seniman daerah untuk mengembangkan potensi serta membawa identitas budaya Kalimantan Selatan ke tingkat nasional.

Masuknya Palui Banaran dalam nominasi AMI Awards 2026 menjadi momentum penting bahwa musik tradisi memiliki peluang untuk berkembang dan mendapatkan apresiasi lebih luas.

Dari Tabalong, melalui karya musik etno, Palui membawa pesan bahwa kekayaan budaya daerah bukan sekadar warisan yang harus dijaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat terus melahirkan karya dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional. (M Rahim Arza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.