- Gubernur Kalsel Siapkan Pemulangan Korban Selamat KM Virgo Transport 8
- Salam Babaris Bersholawat Bersama Habib Syekh; Wagub Kalsel Hasnuryadi Mengajak Jamaah Doakan Korban Kapal Tenggelam Virgo Transport 8
- Pencarian Hari ke Tiga KM Virgo 22 Orang Selamat dan 4 Orang Meninggal
- Gubernur Kalsel Sampaikan Duka Musibah KM Virgo, Pastikan Penanganan Maksimal
- Kapal Virgo Transport Tujuan BJM-SBY Tenggelam Bawa 243 Orang
- Sebanyak 103 Penumpang KM Virgo Tenggelam Berhasil Dievakuasi
- Hj. Fathul Jannah Dorong Perpustakaan Desa Hadir, Ajak Kader Posyandu Giatkan Aktivitas Membaca
- Hj. Fathul Jannah Muhidin Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM dan PAUD Ramah Anak
- Sanggar Seni Suluh Banua Angkat Nilai Budaya Dayak Deah Lewat Tari Njipah, Tabalong Juara Umum FKTD Kalsel 2026
- 4.151 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNISKA MAB
Opsen Pajak Dibelakukan Januari 2025 Sebesar 66 Persen

Banajrmasin : Terhitung sejak tanggal 5 Januari tahun 2025 akan diberlakukan opsen pajak 66 persen berlaku di seluruh Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.
Pajak tersebut bukan sebuah kenaikan, melainkan tambahan pungutan yang hasilnya akan menjadi hak pemerintah daerah.
Baca Lainnya :
- Bea Cukai Banjarmasin Musnahkan Jutaan Batang Rokok 0
- Libur Nataru Masyarakat Kalsel Dihimbau Utamakan Keselamatan Saat Berwisata0
- Festival Gerbang Nusantara Ditutup, Gubernur Apresiasi Pelestarikan Budaya Banjar 0
- Meriah, Festival Barongsai se-Kalsel Dibuka Gubernur di Qmall Banjarbaru 0
- Gubernur Paman Birin : Selamat Hari Ulang Tahun ke-79 TNI, Semoga Jaya dan Semakin Profesional 0
Hal tersebut berdasarkan Undang-undang Nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini.
Seluruh Indonesia diberlakukan sama tambahan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai 66 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Dapenda) Provinsi Kalsel H Subhan Nor Yaumil mengatakan kebijakan tambahan opsen pajak ini bukan kebijakan pemerintah daerah tapi kebijakan dari pemerintah pusat yakni 66 persen dari pokok pajak yang dibayarkan
“ Misal bayar pajak kendaraan bermotor sebelumnya membayar Rp 100 ribu dengan opsen pajak itu ditambah 66 persen akan menjadi Rp 166 ribu, itu bukan kenaikan pajak tetapi tambahan pungutan, “ ujar Subhan.
Tambahan pungutan ini amanah Undang-undang Nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dimana 66 persen ini adalah untuk pemerintah kabupaten/kota.
Berkaitan pungutan tambahan pajak tersebut agar pemerintah pusat menyerahkan kebijakan kepada daerah menyesuaikan kondisi di daerahnya masing-masing.
“Sehingga kita bisa memberikan intensif paling tidak dari kenaikan tersebut, tetapi karena sekarang juknis pengurangan opsen tersebut belum ada, kita tunggu petunjuk dan arahanannya. Cuma kita sudah sampaikan,” ucapnya. (smartbanua)
