- Jelang Lebaran, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan Komoditas di Pelabuhan Trisakti
- Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke 6 Digelar Khidmat di Banjarmasin
- Jasa Raharja Kalsel Perkuat Sinergi, Dukung Mudik Aman 2026
- 2.189 Personel Amankan Lebaran di Kalsel
- Polda Kalsel Lepas 617 Peserta Mudik Gratis, Antusias Meningkat
- Polda Kalsel dan Bulog Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Terbantu
- Puisi sebagai Ruang Membaca Realitas: Buku Pesiar Tanpa Berlayar Dibedah di Kampung Buku Banjarmasin
- Gubernur H. Muhidin Berbuka Puasa Bersama Ketua DPRD Kalsel; Keberhasilan Pembangunan Sinergi Kuat Pemerintah, Legislatif dan Masyarakat
- Kantor Gubernur Kalsel dan Gedung Idham Chalid Resmi Kantongi PBG dan SLF dari Pemkot Banjarbaru
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Mahligai Pancasila, Penyegaran Birokrasi di Bulan Ramadan
Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke 6 Digelar Khidmat di Banjarmasin


BANJARMASIN, smartbanua.com –Dewan Kesenian Banjarmasin menggelar Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke-6 yang berlangsung khidmat di Banjarmasin Culture Hub Ex-Rumah Anno, kawasan Siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin, pada Jumat (13/2/2026) malam.
Kegiatan tahunan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Muhammad Yamin HR. Dalam kesempatan itu, sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.
Baca Lainnya :
- Jasa Raharja Kalsel Perkuat Sinergi, Dukung Mudik Aman 20260
- 2.189 Personel Amankan Lebaran di Kalsel0
- Polda Kalsel Lepas 617 Peserta Mudik Gratis, Antusias Meningkat 0
- Polda Kalsel dan Bulog Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Terbantu0
- Puisi sebagai Ruang Membaca Realitas: Buku Pesiar Tanpa Berlayar Dibedah di Kampung Buku Banjarmasin0
Selain unsur pemerintah, kegiatan ini juga dihadiri berbagai tokoh dan pelaku seni dari Kota Banjarmasin. Di antaranya Maestro Seni Rupa Misbach Tamrin, sastrawan Micky Hidayat, seniman Edi Sutardi, pemerhati seni Noorhalis Majid, serta sejumlah sastrawan lainnya seperti Gusti Indra Setiawan, Zulfaisal Putera, dan Gusti Ardiansyah.
Turut hadir pula para pengurus Laung Kuning serta perwakilan berbagai sanggar seni di Kota Banjarmasin yang meramaikan kegiatan tersebut. Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang silaturahmi, diskusi, serta apresiasi bagi para seniman dan pelaku budaya di Kota Banjarmasin. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni dan budaya serta mendorong perkembangan kreativitas masyarakat seni di daerah.
Para penyair muda tampil yakni Muhammad Daffa, Muhammad Irwan Aprialdy, Rezqie M.A Atmanegara, Muchlis Abdi, M Rahim Arza, Fitri Sei Getas dan Wildanne. Mereka masing-masing menampilkan pertunjukan baca puisi dengan karyanya tersendiri yang termuat dalam Antologi Puisi Pesiar Tanpa Berlayar.
Walikota Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR menegaskan pentingnya pengembangan kesenian sebagai bagian dari ekonomi kreatif sekaligus identitas budaya kota. Menurutnya, kesenian tidak hanya sekadar dilestarikan, tetapi juga perlu dikembangkan agar memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Yamin juga menilai Banjarmasin sebagai kota dengan kekayaan budaya yang besar, sejalan dengan julukannya sebagai Kota Seribu Sungai sekaligus kota yang memiliki tradisi seni yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin juga menyinggung makna dari kegiatan mengaji puisi. Ia menjelaskan bahwa mengaji puisi tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
“Puisi sering menggunakan kata kiasan atau simbol. Karena itu, kita harus mampu menemukan tema, memahami pesan yang ingin disampaikan penyair, serta menafsirkan nilai dan pesan moral yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap puisi secara mendalam dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih menghayati karya sastra sekaligus memperkaya wawasan budaya.
Pada kesempatan yang sama, Yamin juga mengapresiasi para pelaku seni dan tokoh budaya yang telah hadir dan aktif memberikan gagasan untuk kemajuan kesenian di Kota Banjarmasin. Ia menilai masukan dari para seniman menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya agar tidak hilang ataupun luntur.
Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin, Hajriansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan seniman yang menjadi dasar dalam melihat perkembangan serta persoalan kesenian di Kota Banjarmasin.
Menurut Hajriansyah, data tersebut diambil dari hasil pendataan terakhir pada tahun 2025 yang dilakukan melalui program pendataan seniman. Proses pengumpulan data melibatkan berbagai komite bidang di lingkungan Dewan Kesenian.
“Datanya kami ambil dari pendataan terakhir tahun 2025. Kemarin juga ada program pendataan seniman yang kami upayakan semaksimal mungkin, meskipun kami memahami bahwa dalam proses seperti ini kadang ada data yang terlewat,” ujarnya.
Hajriansyah menjelaskan, pendataan dilakukan melalui enam komite bidang yang ada, seperti teater dan bidang seni lainnya. Setiap komite diminta menghubungi para pelaku seni di bidang masing-masing untuk mengisi data yang telah disediakan.
Proses pendataan dilakukan menggunakan formulir daring yang dibagikan kepada para seniman. Dari formulir tersebut, para koordinator bidang kemudian mengumpulkan data yang selanjutnya dihimpun oleh Dewan Kesenian.
Meski demikian, Hajriansyah mengakui bahwa data yang terkumpul kemungkinan belum sepenuhnya lengkap. Hal ini disebabkan keterbatasan waktu dalam proses pendataan.
“Kami juga menambahkan beberapa nama yang kami ingat tetapi belum tercatat. Namun tentu saja, data ini mungkin belum sepenuhnya lengkap karena waktunya juga terbatas,” katanya.
Hajriansyah menegaskan bahwa pendataan seniman merupakan pekerjaan yang bersifat berkelanjutan dan tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu tahap. Karena itu, Dewan Kesenian berencana memperbarui data tersebut secara berkala setiap tahun.
Selain mengumpulkan data seniman, Dewan Kesenian juga mencoba mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi dunia kesenian di Banjarmasin. Persoalan tersebut dihimpun dari berbagai forum diskusi yang pernah diselenggarakan oleh Dewan Kesenian maupun dari diskusi-diskusi lain di luar forum resmi.
Dari hasil pemetaan tersebut, Dewan Kesenian kemudian menyusun sejumlah rekomendasi serta arah kerja ke depan. Hajriansyah menyebutkan bahwa setiap tahun pihaknya akan menetapkan fokus tertentu dalam program kerja, meskipun kegiatan lainnya tetap berjalan.
“Dengan begitu kita bisa memiliki satu visi bersama, sehingga langkah-langkah yang diambil bisa lebih efektif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai,” ujarnya.
Hajriansyah juga mengajak para pelaku seni yang hadir untuk terlibat dalam diskusi guna memberikan masukan terhadap data, persoalan, serta rencana kerja yang telah disusun. Diskusi tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar satu jam. (Rahim Arza/Smartbanua)



