- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel

Banjarbaru – Upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta mengurangi kabut asap di Kalimantan Selatan terus dilakukan. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menebarkan dry ice atau es kering di langit Kalsel dan juga Kalteng guna membantu mengurangi konsentrasi asap serta memicu pertumbuhan awan hujan.
Baca Lainnya :
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel0
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla0
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda0
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang0
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga0
Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan lima sorti penebaran dry ice menggunakan pesawat Casa NC-212 dari Skadron Udara 4. Pada Rabu, 21 Oktober 2026,
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita, mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut pembentukan desk Operasi Modifikasi Cuaca atas arahan Presiden RI melalui Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara.
Menurutnya, penebaran dry ice menjadi tahap awal untuk membantu mengurangi konsentrasi asap dan meningkatkan pemanasan permukaan daratan agar pertumbuhan awan dapat berlangsung lebih optimal.
Setelah terbentuk awan potensial, terutama menjelang sore hingga malam hari, operasi dilanjutkan dengan penyemaian garam natrium klorida (NaCl) untuk merangsang proses pembentukan hujan.
“Dengan metode inversi ini, diharapkan asap berkurang dan radiasi pemanasan di darat bertambah sehingga memicu tumbuhnya awan-awan. Nanti jelang sore atau malam, jika terjadi penumpukan awan yang bagus, kita laksanakan penyemaian NaCl,” jelas Hilman.
Untuk mendukung operasi tersebut, TNI AU juga memperkuat pasokan dry ice dengan mendatangkan 1,2 ton bahan tersebut menggunakan pesawat angkut Airbus A400M. Pasokan itu didukung fasilitas penyimpanan khusus dan kerja sama lintas instansi, termasuk BMKG, BRIN, BNPB, serta Kementerian Lingkungan Hidup.
"TNI AU berkomitmen mendukung pelaksanaan operasi secara intensif dengan mengerahkan armada udara untuk memastikan kebutuhan logistik tersedia," katanya.
Sementara itu, BMKG memprakirakan potensi hujan di sejumlah wilayah Kalsel meningkat dalam tiga hari ke depan. Kondisi tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca untuk membantu membasahi lahan terdampak Karhutla dan mengurangi kabut asap.
Meski demikian, efektivitas operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial di wilayah sasaran.
