- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel

Banjarbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mencoba menerapkan teknologi dry ice atau es kering di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus membantu memicu turunnya hujan guna mengurangi kabut asap.
Baca Lainnya :
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla0
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda0
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang0
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga0
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik0
Rencana tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Lingkar Utara, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin 19 Oktober 202,6, bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan jua Gubernur Kalsel Muhidin.
Kristomei mengatakan, teknologi tersebut sebelumnya telah diterapkan di Sumatra Selatan. BNPB akan mencoba langkah serupa di Kalimantan, termasuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, agar hujan dapat turun dan mendukung upaya penanganan karhutla.
“Iya, jadi kita juga akan memanfaatkan teknologi-teknologi, hari ini kita akan gunakan Dry Ice, untuk membuka tabir asap, kita jua akan lakukan omc untuk hujan yaa," katanya.
Penerapan teknologi dry ice tersebut diharapkan dapat mendukung upaya modifikasi cuaca atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Namun, efektivitas penerapannya di Kalsel masih perlu dilihat dari pelaksanaan di lapangan dan kondisi atmosfer.
Selain rencana penerapan teknologi tersebut, Kepala BNPB meminta personel yang bertugas segera menginventarisasi kebutuhan penanganan karhutla agar pemadaman dapat dilakukan secara cepat dan mencegah api meluas.
“Menginventarisir kebutuhan-kebutuhan apa pas di lapangan, sehingga api ini bisa dipadamkan dengan segera. Ingat hitungannya adalah waktu,” tegasnya.
Kristomei juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, dan pihak swasta dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, kecepatan respons menjadi faktor penting agar kebakaran tidak semakin meluas dan penanganannya tidak membutuhkan waktu serta sumber daya yang lebih besar.
Rencana penggunaan teknologi dry ice ini menjadi salah satu upaya yang akan dicoba pemerintah untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan, termasuk mengupayakan turunnya hujan di wilayah terdampak.
