- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat

Banjarbaru: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi evaluasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan, Rabu 23 September 2026.
Dalam kunjungannya, Menhut juga meninjau lokasi karhutla di kawasan RS Jiwa Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, serta wilayah sekitar Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman0
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla 0
- Karhutla Kepung RSJ Sambang Lihum, Pasien Terpaksa Dievakuasi 0
- Karhutla Kalsel Masih Terkendali Tidak Ganggu Sektor Pangan 0
- Gubernur Kalsel Siapkan Pemulangan Korban Selamat KM Virgo Transport 80
Raja Juli mengatakan kondisi karhutla di Kalsel saat ini relatif terkendali. Namun, penanganan tetap perlu dievaluasi dan diperkuat mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026.
“Berdasarkan data BMKG, kemarau diperkirakan masih cukup panjang sampai November atau sekitar 50 hari ke depan. Karena itu, semua pihak harus tetap siaga,” katanya.
Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan penanganan melalui Satgas darat dinilai lebih efektif dibandingkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing.
Menurut Raja Juli, efektivitas Satgas darat terlihat dari luas area yang dapat ditangani secara langsung di lapangan. Pemerintah berencana menambah personel sekaligus mendukung kebutuhan alat pelindung diri dan insentif bagi petugas.
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca atau OMC tetap dilakukan di sejumlah wilayah untuk membantu meningkatkan curah hujan. Pemadaman melalui udara akan diprioritaskan pada lokasi yang sulit dijangkau tim darat.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan penguatan Satgas darat juga diperlukan untuk menangani karhutla di lahan gambut.
"Lakukan pemetaan dan menambah personel sesuai kebutuhan. Sementara water bombing akan difokuskan pada lokasi yang sulit dijangkau dan dapat ditambah jika diperlukan," katanya.
Berdasarkan laporan BPBD Kalsel dalam rakor tersebut, luas karhutla di Kalimantan Selatan hingga 22 September 2026 mencapai 24.134 hektare.
Sedangkan jumlah personel Satgas darat yang saat ini dikerahkan mencapai 3.557 orang dari berbagai unsur. (/smartbanua)
