- Baco ABK Asal Muara Kintab Hilang di Laut Jawa
- Palui Banaran Tembus Nominasi AMI Awards 2026, Ingin Musik Tradisi Banua Dikenal di Panggung Nasional
- Surplus Padi Kalsel Tembus 1,16 Juta Ton
- Gubernur H. Muhidin Pimpin Penandatangan MoU Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bersama Bupati/Walikota se-Kalsel
- BPSPTPH Kalsel Perkuat Kompetensi Petani Gunakan Drone
- Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
Surplus Padi Kalsel Tembus 1,16 Juta Ton

Banjarbaru – Produksi padi di Kalimantan Selatan hingga akhir Oktober 2026 mencatat surplus mencapai 1.168.000 ton. Capaian tersebut mendekati surplus tahun 2025 yang tercatat sebesar 1.179.000 ton.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan optimistis surplus produksi padi tahun ini masih berpeluang menyamai capaian tahun sebelumnya. Terlebih, masih terdapat potensi panen pada November 2026, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Baca Lainnya :
- Gubernur H. Muhidin Pimpin Penandatangan MoU Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bersama Bupati/Walikota se-Kalsel 0
- BPSPTPH Kalsel Perkuat Kompetensi Petani Gunakan Drone 0
- Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November0
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla0
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan0
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan potensi panen di HSU menjadi salah satu penopang produksi padi menjelang akhir tahun. Kondisi geografis wilayah tersebut dinilai mendukung aktivitas pertanian, terutama saat musim kemarau.
Meski demikian, Syamsir mengingatkan petani agar tidak terburu-buru melakukan penanaman menjelang musim hujan. Pengaturan waktu tanam dinilai penting untuk menghindari risiko tanaman terendam akibat meningkatnya debit air.
"Kami berharap kepada petani semua jangan langsung tanam, tetapi biarkan dulu. Setelah air mulai surut baru kita tanam," ujarnya seusai menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia melalui program Gerakan Pangan Murah di Kantor DKP3 Kota Banjarbaru, Selasa (3/11/2026).
Ia menyarankan petani di kawasan dataran rendah dan lahan rawa menunda penanaman sekitar setengah bulan hingga satu bulan, atau sampai kondisi air mulai surut.
Sebaliknya, petani di wilayah dataran tinggi masih dapat melakukan penanaman karena relatif lebih aman dari ancaman genangan.
Untuk memastikan langkah tersebut berjalan optimal, DPKP Kalsel meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama penyuluh pertanian aktif mendampingi petani dalam menentukan pola dan waktu tanam sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Syamsir berharap, melalui pengaturan masa tanam dan antisipasi terhadap kondisi cuaca, produktivitas pertanian tetap terjaga sehingga surplus produksi padi Kalsel pada 2026 mampu menyamai capaian tahun sebelumnya. (/smartbanua)
