- Gubernur H. Muhidin Pimpin Penandatangan MoU Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bersama Bupati/Walikota se-Kalsel
- BPSPTPH Kalsel Perkuat Kompetensi Petani Gunakan Drone
- Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Hingga November
- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
Gubernur H. Muhidin Pimpin Penandatangan MoU Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bersama Bupati/Walikota se-Kalsel


Banjarbaru - Gubernur Kalsel H. Muhidin menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bersama Bupati/Walikota se-Kalsel di Aula Utama Rindam XXII/Tambun Bungai Landasan Ulin, Banjarbaru Senin (02/11/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mendukung pembiayaan dan pengiriman peserta dari masing-masing kabupaten/kota.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project0
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran0
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting0
- Job Fair Kalsel 2026 Resmi Digelar, H. Muhidin Dorong Lahirnya Tenaga Kerja Unggul dan Berdaya Saing0
- Menko Polkam Tinjau Penanganan Karhutla di Kalsel0
Melalui kesepakatan bersama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertahanan RI dalam mendukung ketahanan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga mengusulkan agar pelatihan Komcad ke depan dapat disinergikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang berada dalam lingkup Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Menurutnya, penggabungan kedua program tersebut berpotensi memberikan penguatan kompetensi kepemimpinan sekaligus pembinaan kedisiplinan dan ketahanan fisik bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Kalau PKN dipadukan dengan Komcad melalui kerja sama Kementerian Pertahanan dan LAN, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan kepemimpinan, tetapi juga pembinaan fisik dan kedisiplinan. Harapan kita, ini bisa menjadi terobosan yang nantinya dapat diterapkan secara lebih luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin mengatakan, pembentukan Komcad merupakan upaya meningkatkan kedisiplinan, ketahanan fisik, serta karakter aparatur melalui pelatihan yang melibatkan unsur pertahanan negara.
“Walaupun wilayah kita tidak dalam kondisi perang, pelatihan ini tetap penting untuk membentuk kedisiplinan, melatih fisik, dan membangun karakter. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional,” ujar Gubernur H. Muhidin.
Selain itu, Gubernur H. Muhidin menyebutkan, jumlah peserta tidak harus diseragamkan sebanyak 50 orang dari setiap daerah. Pemerintah kabupaten/kota dapat menyesuaikan jumlah peserta berdasarkan kemampuan anggaran masing-masing, sehingga seluruh daerah tetap memiliki kesempatan berpartisipasi.
“Tidak harus 50 orang setiap kabupaten/kota. Ada yang mampu mengirim lima orang, 30 orang, atau 50 orang. Yang penting ada keterlibatan dan kita bisa bersama-sama melaksanakan program ini,” katanya.
Menanggapi gagasan Gubernur H. Muhidin, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso menyatakan akan menyampaikan dan mengomunikasikan usulan PKN dipadukan dengan Komcad sebagai persyaratan jenjang karir kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri, serta LAN RI.
Menurutnya, pelatihan Komcad ke depan dapat dikembangkan sebagai bagian dari persyaratan pendukung dalam pembinaan karier ASN. Dengan begitu, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan selama pelatihan, tetapi juga memiliki manfaat dalam pengembangan jenjang karier.
Selain itu, Letjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso menegaskan bahwa pemanfaatan Komcad tidak terbatas pada kepentingan pertahanan dalam menghadapi perang. Dalam kondisi damai, personel Komcad juga berpotensi diberdayakan untuk membantu pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Komcad ini nantinya bukan hanya untuk menghadapi perang. Dalam masa damai juga bisa diberdayakan untuk membantu pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan kebakaran hutan. Melalui pelatihan ini, anggota memiliki disiplin, loyalitas, empati, fisik, dan keterampilan yang lebih siap ketika dibutuhkan,” jelasnya.
Letjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso juga menyampaikan apresiasi Menteri Pertahanan kepada Pemprov Kalsel atas dukungan dan keseriusannya dalam mendukung pembentukan Komcad.
"Pak Menteri Pertahanan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalsel dan jajaran Pemprov Kalsel yang menunjukkan dukungan serta keseriusan dalam pembentukan Komcad” pungkasnya.
Turut hadir diantaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, para Bupati dan Walikota, para kepala SKPD terkait di lingkup Provinsi Kalsel dan Pemkab Kabupaten Kota se-Kalsel serta seluruh tamu undangan lainnya. (/raponggati)
