- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Kunjungi Sentra Kerajinan Galeri Kembang Ilung HSU


AMUNTAI – Usai melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama di Masjid Rasyidiyah, Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, Wakil Gubernur Kalse,l H. Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengunjungi Kelompok Usaha Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (7/3/2026) malam.
Kunjungan tersebut merupakan inisiasi Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani, yang ingin menunjukkan potensi kerajinan khas daerah yang telah berkembang pesat dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat, bahkan telah menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Kembali Hadirkan Mudik Gratis Siapkan Tiga Rute 0
- Pelindo Multi Terminal Berbagi Berkah Ramadan ke Masyarakat 0
- Gubernur H. Muhidin Pimpin RUPS Bank Kalsel; Didorong Lebih Aktif Layani Masyaraka Banua0
- BBPOM Uji Puluhan Sample Makanan di Pasar Wadai Banjarmasin0
- Polda Kalsel Sambut Reses Komisi III DPR RI, Bahas Kesiapan Implementasi KUHP Baru0
Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah, khususnya pada sektor kerajinan berbahan baku lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.
Galeri Kembang Ilung dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan yang memproduksi aneka anyaman bernilai seni tinggi dengan bahan dasar eceng gondok (ilung) dan purun.
Produk yang dihasilkan pun cukup beragam, mulai dari tas, dompet, topi, sandal hotel, kursi atau mebel, boks penyimpanan hingga berbagai dekorasi rumah (home decor).
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman memberikan apresiasi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat yang mampu bertahan dan berkembang melalui sektor UMKM.
Menurutnya, kerajinan khas Hulu Sungai Utara memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, bahkan hingga menembus pasar internasional.
“Produk kerajinan dari HSU ini kualitasnya sangat baik dan bahkan sudah menembus pasar luar negeri. Ini menunjukkan bahwa karya masyarakat banua memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Wagub Hasnuryadi juga menyoroti peran industri kerajinan tersebut dalam pemberdayaan masyarakat.
Wagub Hasnuryadi menyebut, usaha berbasis keterampilan tradisional ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan masyarakat.
“Keterampilan mengolah bahan baku lokal seperti purun dan ilung ini diwariskan secara turun-temurun. Dari ibu rumah tangga kemudian berkembang menjadi usaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendorong digitalisasi pemasaran bagi para pelaku UMKM. Berbagai pelatihan digital diberikan agar para pengrajin mampu memperluas pasar melalui platform online.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah juga menyediakan outlet khusus bagi produk UMKM di bandara melalui Dinas Koperasi dan UKM. Para pengrajin dapat menitipkan produknya dengan sistem konsinyasi tanpa dipungut biaya.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memperkuat pemasaran produk lokal melalui kebijakan daerah. Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan, toko swalayan modern diwajibkan menyediakan ruang sebesar 30 persen untuk produk-produk lokal.
“Ini salah satu upaya agar produk UMKM kita bisa lebih mudah dipasarkan dan dikenal masyarakat luas,” jelas Wagub Hasnur.
Melalui dukungan berbagai pihak dan semangat “HSU Bangkit”, Hasnuryadi berharap kerajinan khas Hulu Sungai Utara tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat Kalimantan Selatan secara berkelanjutan. (raponggati/smartbanua)
