Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya

By smartbanua 24 Jul 2026, 19:10:33 WITA, 12 Dibaca Daerah
Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional ke-3, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalsel bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kalsel dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kalsel menggelar seminar bertema "Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia" di Hotel Rodhita Banjarmasin, Selasa (21/7/2026) pagi.

Peringatan Hari Kebaya Nasional tidak hanya menjadi momentum mengenakan busana tradisional, tetapi juga memperkuat komitmen dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa.

Hal ini sejalan dengan ditetapkannya tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Bahkan, di tingkat internasional, kebaya telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi mendatang di tengah perkembangan zaman.

Baca Lainnya :

Seminar yang diikuti perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel ini menempatkan kebaya sebagai warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis dan sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif.

Berbagai materi disampaikan, mulai dari tren kebaya 2026–2027, pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi kain sasirangan, hingga penguatan ekosistem UMKM yang menopang industri busana tradisional. 

Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan mode kebaya yang semakin adaptif terhadap kebutuhan generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi, sehingga kebaya tetap relevan sebagai identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman.

Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, mengatakan Hari Kebaya Nasional merupakan momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebaya sekaligus mengangkat potensi wastra lokal sebagai identitas Banua.

"Kebaya bukan hanya warisan budaya, tetapi identitas perempuan Indonesia. Mari kita bangga mengenakannya dengan memadukan wastra sasirangan agar budaya tetap lestari sekaligus memberi manfaat bagi para pengrajin dan pelaku UMKM lokal," ujar Fathul Jannah.

Lebih lanjut, Istri orang nomor satu di Kalsel ini menilai inovasi desain menjadi langkah penting agar kebaya tetap relevan dan diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati dirinya.

"Pelestarian kebaya harus berjalan seiring dengan inovasi. Desain boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai budaya dan karakter bangsa yang melekat pada kebaya tidak boleh hilang," katanya.

Lebih lanjut, Hj. Fathul Jannah Muhidin menjelaskan bahwa perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap kain sasirangan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keaslian karya para perajin. Menurutnya, perlindungan tersebut tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.

"Ketika masyarakat memilih mengenakan kebaya dan sasirangan, sesungguhnya mereka ikut menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Karena itu, pembinaan, promosi, dan perlindungan terhadap karya para pengrajin harus terus diperkuat," tutupnya.

Melalui kolaborasi TP PKK Provinsi Kalsel dan Dekranasda Provinsi Kalsel, seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelestarian kebaya sebagai identitas bangsa sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kalsel di tingkat nasional maupun internasional. (/rifky nanang raponggati)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.