- Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla Kalsel
- BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Diperkuat
- Wagub Hasnuryadi Hadiri Puncak HANI 2026, Ajak Seluruh Elemen Bersatu Perangi Narkoba
- Gubernur Kalsel Dorong Alumni PKA 2026 Jadi Agen Perubahan dan Siap Hadapi Manajemen Talenta
- Kejari Banjar Geledah Kantor Dinkes
- Paskibraka Kalsel Ikuti Pemusatan Nasional
- Ribuan Warga Meriahkan Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin
- Wali Kota Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan
- BPBD Banjarbaru Catat 49 Karhutla Hanguskan 200 Hektare
- Tugu Pal 0 Kilometer Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Siapkan Nobar Final Piala Dunia
Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla Kalsel

Banjarbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Selatan diperkuat melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing.
BPBD Kalsel saat ini mendapat dukungan BNPB berupa tiga unit helikopter water bombing dan satu helikopter patroli udara.
Baca Lainnya :
- BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Diperkuat0
- Wagub Hasnuryadi Hadiri Puncak HANI 2026, Ajak Seluruh Elemen Bersatu Perangi Narkoba0
- Gubernur Kalsel Dorong Alumni PKA 2026 Jadi Agen Perubahan dan Siap Hadapi Manajemen Talenta0
- Pemprov Kalsel Segera Implementasikan Manajemen Talenta ASN, H. Muhidin: Tingkatkan Kualitas Birokrasi0
- Sekdaprov Syarifuddin Resmi Dilantik sebagai Ketua KORMI Kalsel 2026–2031, Gubernur H. Muhidin Dorong Budaya Olahraga Masyarakat0
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan armada udara tersebut dikerahkan untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau tim darat.
“Saat tim darat menemukan titik api yang tidak dapat dijangkau, maka operasi udara melalui heli water bombing langsung dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut," katanya. Rabu 22 Juli.
Sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat disebut telah berhasil dipadamkan melalui operasi water bombing.
BPBD Kalsel juga berencana menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah yang sulit diakses.
"Operasi udara ini dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC dan direncanakan berlangsung selama masa status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026," jelasnya.
Sementara itu, kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi prioritas utama penanganan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah asap karhutla mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan.
BPBD Kalsel berharap sinergi operasi darat, operasi udara, dan modifikasi cuaca dapat mempercepat pemadaman serta meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, dan transportasi udara. (/smartbanua)
