- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
- Dinkes Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Dampak Kabut Asap
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Karya Penyandang Disabilitas, Merdeka Berkarya Tanpa Batas
- Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar
- Wamenko Pangan Sebut Karhutla Dipicu Ulah Manusia
- Karhutla Banjarbaru Terkendala Air, Menteri LH Siapkan Sumur Bor
- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla Kalsel

Banjarbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Selatan diperkuat melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing.
BPBD Kalsel saat ini mendapat dukungan BNPB berupa tiga unit helikopter water bombing dan satu helikopter patroli udara.
Baca Lainnya :
- BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Diperkuat0
- Wagub Hasnuryadi Hadiri Puncak HANI 2026, Ajak Seluruh Elemen Bersatu Perangi Narkoba0
- Gubernur Kalsel Dorong Alumni PKA 2026 Jadi Agen Perubahan dan Siap Hadapi Manajemen Talenta0
- Pemprov Kalsel Segera Implementasikan Manajemen Talenta ASN, H. Muhidin: Tingkatkan Kualitas Birokrasi0
- Sekdaprov Syarifuddin Resmi Dilantik sebagai Ketua KORMI Kalsel 2026–2031, Gubernur H. Muhidin Dorong Budaya Olahraga Masyarakat0
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan armada udara tersebut dikerahkan untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau tim darat.
“Saat tim darat menemukan titik api yang tidak dapat dijangkau, maka operasi udara melalui heli water bombing langsung dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut," katanya. Rabu 22 Juli.
Sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat disebut telah berhasil dipadamkan melalui operasi water bombing.
BPBD Kalsel juga berencana menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah yang sulit diakses.
"Operasi udara ini dilaksanakan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC dan direncanakan berlangsung selama masa status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026," jelasnya.
Sementara itu, kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi prioritas utama penanganan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah asap karhutla mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan.
BPBD Kalsel berharap sinergi operasi darat, operasi udara, dan modifikasi cuaca dapat mempercepat pemadaman serta meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, dan transportasi udara. (/smartbanua)
