- Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla Kalsel
- BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Diperkuat
- Wagub Hasnuryadi Hadiri Puncak HANI 2026, Ajak Seluruh Elemen Bersatu Perangi Narkoba
- Gubernur Kalsel Dorong Alumni PKA 2026 Jadi Agen Perubahan dan Siap Hadapi Manajemen Talenta
- Kejari Banjar Geledah Kantor Dinkes
- Paskibraka Kalsel Ikuti Pemusatan Nasional
- Ribuan Warga Meriahkan Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin
- Wali Kota Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan
- BPBD Banjarbaru Catat 49 Karhutla Hanguskan 200 Hektare
- Tugu Pal 0 Kilometer Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Siapkan Nobar Final Piala Dunia
BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Diperkuat

Banjarbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026.
Penanganan terus dioptimalkan melalui operasi darat dan udara guna menekan dampak kebakaran, khususnya di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Baca Lainnya :
- Wagub Hasnuryadi Hadiri Puncak HANI 2026, Ajak Seluruh Elemen Bersatu Perangi Narkoba0
- Gubernur Kalsel Dorong Alumni PKA 2026 Jadi Agen Perubahan dan Siap Hadapi Manajemen Talenta0
- Pemprov Kalsel Segera Implementasikan Manajemen Talenta ASN, H. Muhidin: Tingkatkan Kualitas Birokrasi0
- Sekdaprov Syarifuddin Resmi Dilantik sebagai Ketua KORMI Kalsel 2026–2031, Gubernur H. Muhidin Dorong Budaya Olahraga Masyarakat0
- Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I 2026; Gubernur Kalsel Tekankan Implementasi Inovasi dan Peningkatan Disiplin 0
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan berdasarkan data hingga 20 Juli 2026, luas lahan terdampak karhutla mencapai sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalimantan Selatan.
“Hingga 20 Juli 2026 terdapat 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terdampak sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 hotspot yang terpantau,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa 21 Juli.
Ia menjelaskan, dari seluruh kejadian tersebut terdapat sekitar 0,2 hektare kawasan hutan yang terdampak kebakaran di wilayah Banjarbaru. Sementara itu, tim gabungan telah melakukan penanganan di area yang luasnya mencapai sekitar 46,30 hektare melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian.
Ronny juga mengungkapkan, pada Sabtu 18 Juli. terjadi beberapa kebakaran hutan dan lahan hingga malam hari di kawasan selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi.
“Sabtu kemarin memang terjadi beberapa kebakaran di area selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi. Kami langsung melaksanakan operasi water bombing, sehingga pada hari ini, Selasa, asap pekat sudah mulai berkurang,” katanya.
Menurut Ronny, operasi udara menggunakan helikopter water bombing memiliki keterbatasan waktu karena hanya dapat dilakukan hingga pukul 18.00 demi menjaga aspek keselamatan penerbangan.
“Operasi udara hanya dimungkinkan sampai pukul 18.00. Apabila titik api belum berhasil dipadamkan, maka operasi tetap dilanjutkan melalui jalur darat. Heli water bombing tidak diperbolehkan beroperasi pada malam hari karena mempertimbangkan faktor keselamatan,” katanya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan karhutla agar penyebaran api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan dapat diminimalkan. (/smartbanua)
