- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
BBPOM Uji Puluhan Sample Makanan di Pasar Wadai Banjarmasin


Banjarmasin - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin melaksanakan intensifikasi pengawasan terhadap jajanan berbuka puasa (takjil) yang dijajakan di Pasar Wadai Ramadan, Siring 0 Km, Banjarmasin, Rabu 4 Maret 2026.
Kegiatan ini guna menjamin keamanan pangan bagi masyarakat di bulan Ramadan. Khususnya memastikan bahwa takjil yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya yang bisa membahayakan kesehatan.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Sambut Reses Komisi III DPR RI, Bahas Kesiapan Implementasi KUHP Baru0
- Buka Puasa Amanah Group : Tausiyah Lailatul Qadar dan Kepedulian Sosial Sentuh Hati Masyarakat Banjarmasin0
- Masuk Pekan Kedua Ramadan Patroli Polresta Banjarmasin Amankan 79 Orang0
- Polda Kalsel Bagikan 1000 Paket Takjil Kepada Masyarakat Dan Buka Puasa Bersama Ojol0
- Berbuka Puasa Bersama PT Hasnur Grup, Gubernur Kalsel Diwakili Sekdaprov Serahkan Santuan Anak Yatim Piatu0
Dalam pengawasan ini, BBPOM Banjarmasin menyisir satu persatu stand makanan di Pasar Wadai. Setelah sample makanan dikumpulkan langsung dilakukan uji sampel di lokasi.
Plt Kepala BBPOM, Ary Yustantiningsih mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa takjil yang dijajakan pedagang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna makanan yang dilarang.
Ia mengungkapkan dari sebanyak 23 sample makan yang diambil dari stand Pasar wadai semuanya dinyatakan aman dan layak dikonsumsi masyarakat karena tidak mengandung bahan berbahaya.
"Kami lakukan uji sample memastikan tidak ada bahan berbahaya pada makanan disini, seperti boraks formalin dan lainnya yang berbahaya dikonsumsi," katanya.
"Dari 23 sample yang diperiksa, semuanya dinyatakan aman dari Bahan berbahaya," katanya.
Dengan pengawasan yang dilakukan, Ia menilai bahwa kesadaran masyarakat, terutama pedagang di Banjarmasin, saat ini sudah semakin meningkat. Untuk tidak menggunakan dan mencampur bahan berbahaya pada makanan.
"Masyarakat khusunya pedagang sudah semakin meningkat kesadarannya untuk menjaga kualitas makanan dari bahan berbahaya," ujarnya.
Sementara, Yordana salah satu penjual Es Gabus mengapresiasi uji sample tersebut, agar pedagang dan masyarakat tau bahwa yang dijual di Pasar Wadai 0 KM Banjarmasin aman dikonsumsi.
"Bagus ya, jadi kita dan pembeli juga bisa tau ini makanan sudah dipastikan aman," ucapnya.
Adapun dalam pengawasan BBPOM Banjarmasin juga melibatkaninstansi terkait seperti Dinas Kesehatan kota Banjarmasin, anggota Pramuka dari SMK ISFI Banjarmasin serta instansi terkait lainnya. (smartbanua)
