- Gubernur H. Muhidin Pimpin RUPS Bank Kalsel; Didorong Lebih Aktif Layani Masyaraka Banua
- BBPOM Uji Puluhan Sample Makanan di Pasar Wadai Banjarmasin
- Polda Kalsel Sambut Reses Komisi III DPR RI, Bahas Kesiapan Implementasi KUHP Baru
- Buka Puasa Amanah Group : Tausiyah Lailatul Qadar dan Kepedulian Sosial Sentuh Hati Masyarakat Banjarmasin
- Masuk Pekan Kedua Ramadan Patroli Polresta Banjarmasin Amankan 79 Orang
- Polda Kalsel Bagikan 1000 Paket Takjil Kepada Masyarakat Dan Buka Puasa Bersama Ojol
- Berbuka Puasa Bersama PT Hasnur Grup, Gubernur Kalsel Diwakili Sekdaprov Serahkan Santuan Anak Yatim Piatu
- Gubernur Kalsel Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD, Tiga Raperda Strategis Siap Disempurnakan
- Awal 2026, Polda Kalsel Sita 30 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama
- Pemprov Kalsel Genjot Penyelesaian Rekomendasi Pemeriksaan, Capaian Baru 61,20 Persen
BBPOM Uji Puluhan Sample Makanan di Pasar Wadai Banjarmasin


Banjarmasin - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin melaksanakan intensifikasi pengawasan terhadap jajanan berbuka puasa (takjil) yang dijajakan di Pasar Wadai Ramadan, Siring 0 Km, Banjarmasin, Rabu 4 Maret 2026.
Kegiatan ini guna menjamin keamanan pangan bagi masyarakat di bulan Ramadan. Khususnya memastikan bahwa takjil yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya yang bisa membahayakan kesehatan.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Sambut Reses Komisi III DPR RI, Bahas Kesiapan Implementasi KUHP Baru0
- Buka Puasa Amanah Group : Tausiyah Lailatul Qadar dan Kepedulian Sosial Sentuh Hati Masyarakat Banjarmasin0
- Masuk Pekan Kedua Ramadan Patroli Polresta Banjarmasin Amankan 79 Orang0
- Polda Kalsel Bagikan 1000 Paket Takjil Kepada Masyarakat Dan Buka Puasa Bersama Ojol0
- Berbuka Puasa Bersama PT Hasnur Grup, Gubernur Kalsel Diwakili Sekdaprov Serahkan Santuan Anak Yatim Piatu0
Dalam pengawasan ini, BBPOM Banjarmasin menyisir satu persatu stand makanan di Pasar Wadai. Setelah sample makanan dikumpulkan langsung dilakukan uji sampel di lokasi.
Plt Kepala BBPOM, Ary Yustantiningsih mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa takjil yang dijajakan pedagang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna makanan yang dilarang.
Ia mengungkapkan dari sebanyak 23 sample makan yang diambil dari stand Pasar wadai semuanya dinyatakan aman dan layak dikonsumsi masyarakat karena tidak mengandung bahan berbahaya.
"Kami lakukan uji sample memastikan tidak ada bahan berbahaya pada makanan disini, seperti boraks formalin dan lainnya yang berbahaya dikonsumsi," katanya.
"Dari 23 sample yang diperiksa, semuanya dinyatakan aman dari Bahan berbahaya," katanya.
Dengan pengawasan yang dilakukan, Ia menilai bahwa kesadaran masyarakat, terutama pedagang di Banjarmasin, saat ini sudah semakin meningkat. Untuk tidak menggunakan dan mencampur bahan berbahaya pada makanan.
"Masyarakat khusunya pedagang sudah semakin meningkat kesadarannya untuk menjaga kualitas makanan dari bahan berbahaya," ujarnya.
Sementara, Yordana salah satu penjual Es Gabus mengapresiasi uji sample tersebut, agar pedagang dan masyarakat tau bahwa yang dijual di Pasar Wadai 0 KM Banjarmasin aman dikonsumsi.
"Bagus ya, jadi kita dan pembeli juga bisa tau ini makanan sudah dipastikan aman," ucapnya.
Adapun dalam pengawasan BBPOM Banjarmasin juga melibatkaninstansi terkait seperti Dinas Kesehatan kota Banjarmasin, anggota Pramuka dari SMK ISFI Banjarmasin serta instansi terkait lainnya. (smartbanua)
