- TP PKK Kalsel Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Menyatukan Hati, Merajut Silaturrahmi, Merangkul Semua
- Wakil Gubernur Kalsel Hadiri Haul ke-19 KH. Abdussyukur bin Badrun, Ulama Teladan Martapura
- Penandatanganan Komitmen Bersama; Kepala BKN dan Gubernur, Bupati/Walikota se-Kalsel Terapkan Manajemen Talenta
- Wagub Hasnuryadi Resmi Ketua FPTI Kalsel, Komitmen Tingkatan Pembinaan Atlet Berprestasi Banua
- Gubernur Kalsel Apresiasi REI Expo 2025, Upaya Wujudkan Masyarakat Miliki Rumah Layak Huni dan Terjangkau
- Wagub Hasnuryadi Sulaiman Serahkan Anugerah Kebudayaan Kalsel 2025, Apresiasi Peran Seniman dan Budayawan Melestarikan Budaya Banjar
- Gubernur H. Muhidin Simak Arahan Wakil Menko Polkam pada Rakor Perkembangan Situasi Keamanan dan Kamtibmas
- Berbaur Bersama Jamaah, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul Sultan Suriansyah ke- 499 di Ruang Induk Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin
- Puncak Harjad ke-75 Kabupaten Banjar, Gubernur H. Muhidin Dorong Pembebasan Lahan Jalan Alternatif serta Kewaspadaan Banjir dan Karhutla
- Entry Meeting BPK-Pemprov, Sinergi Efektivitas Program Berdampak Kesejahteraan Masyarakat
Talkshow Wastra Nusantara 2025, Ketua Dekranasda Kalsel Hj. Fathul Jannah Bangga Kain Sasirangan khas Banjar Go Nasional

Smartbanua, Jakarta—Warisan budaya yang telah bersejarah di Banua, Ketua TP PKK Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin berbagi cerita Kain Sasirangan khas Banjar saat mengisi kegiatan Talkshow Wastra Nusantara 2025 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan pada Jum’at (8/8/2025) sore.
Tak hanya mengisi fashion show dalam ajang Parade Wastra Nusantara 2025 tersebut. Momentum itu, Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama narasumber dari Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Neli Yana juga berbagi cerita soal kain tradisional asal daerah.
Sejumlah pejabat pusat/daerah, pengusaha fashion hingga para designer ternama pun turut hadir yakni Chief Content Officer Kapanlagi Youniverse (CCO KLY), Wenseslaus Manggut; Editor in Chief Fimeladotcom, Ellyana Mae; Designer Bandung, Irma Sari Joedawinata; GM News Gathering Liputan6 SCM, Esther Mulyanie; Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalsel, Ny. Masrupah; Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Mohamad Muslim; Kadisperin Provinsi Kalsel, Abdul Rahim dan jajaran lainnya.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Musnahkan 10,Kg Sabu Ekstasi Serta Ganja0
- BUMDesa Expo 2025 Digelar di Perkantoran Gubernur Kalsel0
- Pemprov Kalsel Siap Gelar Expo 2025, ini Lokasinya0
- Pemprov Kalsel Dorong BMPS Majukan Pendidikan di Banua0
- Gubernur H. Muhidin Lepas Jukung Hias di Sungai Martapura, Warisan Budaya Banua yang Dilestarikan 0
Setelah itu, kedua pembicara lain adalah Adinda Tri Wardhani (Deputy Editor in Chief Fimelacom) dan Deden Siswanto (Fashion Designer-Member Of Indonesian Fashion Chamber/IFC) di edisi selanjutnya. Dalam mendukung serta upaya kolaborasi untuk memajukan kerajinan daerah, maka langkah-langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mempromosikan UMKM ditanyakan saat forum berlangsung.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung adanya kegiatan Wastra Nusantara ini untuk pengrajin, khususnya pengrajin kecil yang berkembang di daerah. Telah kita dengar, Wastra atau kain sudah ada sejak lama dan daerah kita memiliki Kain Sasirangan," sampai Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah saat menjadi narasumber di atas panggung.
Selama ini, Hj. Fathul Jannah terus mendorong para UMKM kecil yang bertujuan agar memajukan perekonomian daerah, serta menjaga warisan budaya bahkan mempopulerkan ke kancah Nasional hingga mancanegara.
Hj. Fathul Jannah juga menginginkan Kain Sasirangan terus berkembang seiring zaman, dengan kerajinan lokal yang dapat memodifikasi kain dalam perpaduan gaya tradisional dan modern. Dengan begitu, isteri Gubernur Kalsel H. Muhidin meyakini kerajinan daerah dapat lebih berkembang, maju dan unggul dengan produk-produk lainnya.
"Mudahan-mudahan, UMKM Kalimantan Selatan khususnya Kain Sasirangan khas Banjar bisa lebih mengikuti tren-tren sekarang. Selama ini, jenis fesyen telah berkembang maka patut didorong itu," terang Hj. Fathul Jannah.
Dalam jenis warna Kain Sasirangan, Hj. Fathul Jannah menjelaskan bahwa ada dua pemakaian yaitu menggunakan pewarna sintetis dan pewarna alami dari tumbuhan maupun hewani. Selama ini di daerah, pihaknya terus mendukung pewarna alami dengan hasil tumbuhan seperti daun, akar, kulit kayu, bunga dan buah.
"Seperti kulit rambutan dan akar daun-daun juga menjadi pewarna alami untuk Kain Sasirangan khas Banjar," ungkap Hj. Fathul Jannah tersenyum.
Sementara itu, Neli Yana selaku Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) RI mengaku dirinya pernah diundang ke Banua untuk menilai sejumlah pengrajin lokal yang hebat. Pihaknya pun sebagai juri terpukau dengan teknik-teknik yang dilakukannya selama ini.
"Saya saat dua Minggu lalu dari Banjarmasin, ikut mensupport dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan. Nama kegiatannya yaitu Banua Creative Preneur, kami menyeleksi karya-karya fesyen daerah itu," cerita Neli di forum.
Neli Yana mengapresiasi program Pemprov Kalsel yang selama ini memberikan perhatian khusus kepada pengrajin lokal. Karena, menurutnya produk-produk daerah dengan teknik yang disampaikan para designer lokal itu sangat menarik.
Selama menyimak paparan dari pengrajin lokal di Banua, Neli Yana pun terkesima karena semangat belajar dan inovasi yang dilakukannya itu, demi menembus pasar Nasional bahkan Internasional.
"Mereka punya teknik-teknik yang unik dan mencoba untuk mengeluarkan ciri khasnya tersendiri dalam membuat Kain Sasirangan. Dan para pengrajin itu tidak hanya bekerjasama dengan Pemda saja, tetapi dengan para designer-designer yang ahli untuk membuka pasar," pungkasnya. (Rahim/smartbanua)