- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Tagana Kalsel Basarnas Bersinergi Tingkatkan Rescue Bencana Reruntuhan

Banjarmasin : Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalsel bersinergi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin untuk menambah kapasitas anggota Tagana dalam mitigasi bencana reruntuhan bangunan. Selasa (14/10/2025).
Sebanyak 40 peserta dari Tagana se-Kalimantan Selatan dan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi potensi bencana akibat runtuhnya struktur bangunan di wilayah Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Untuk Strategis Sanitasi 0
- 500 Mitra Ojol Kalsel Terima Bantuan Bhayangkari Polda Kalsel0
- Ratusan Ojol Deklarasi Jaga Kamtibmas di Kalsel0
- Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Ekonomi Kreatif dan Koperasi0
- Wakapolda Kalsel Pastikan Penanganan Korban Keracunan MBG Berjalan Baik0
Kepala Seksi SDM Basarnas Banjarmasin, Amri Zuna, mengatakan, pelatihan CSSR ini difokuskan untuk membekali para peserta dengan keterampilan teknis dalam melakukan penyelamatan korban di bawah reruntuhan bangunan.
“Dalam pelatihan ini kami memberikan materi yang seharusnya dilaksanakan beberapa hari, namun kita padatkan menjadi tiga hari. Peserta akan dikenalkan berbagai alat penyelamatan, metode evakuasi, serta kondisi-kondisi yang memungkinkan dilakukannya evakuasi dengan aman,” jelasnya.
Menurutnya, proses penyelamatan di area reruntuhan tidak dapat dilakukan sembarangan karena memerlukan analisis dan penanganan awal terhadap kondisi korban maupun struktur bangunan yang rusak.
“Kita akan melaksanakan treatment dan assessment terlebih dahulu untuk menentukan posisi korban dan cara evakuasi yang tepat. Termasuk mengenali jenis reruntuhan bangunan agar proses penyelamatan tidak membahayakan petugas,” imbuhnya.
Basarnas Banjarmasin dalam kegiatan ini juga menurunkan empat orang instruktur ahli untuk memberikan pembekalan langsung kepada para peserta. Diharapkan melalui pelatihan ini, Tagana Kalimantan Selatan dapat lebih siap dan terampil dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik penyelamatan secara benar dan aman. Dengan demikian, sinergitas antara Tagana dan Basarnas dapat semakin kuat dalam penanganan bencana di daerah,” pungkasnya.(smartbanua)
