- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Wakapolda Kalsel Pastikan Penanganan Korban Keracunan MBG Berjalan Baik

Kasus keracunan pelajar diduga akibat menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kota Martapura Kalsel jumlahnya tembus 130 orang dari data IGD RS Ratu Jalecha, hingga Jumat (10/10/2025) sore. Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, memastikan langsung penanganan kepada korban agar berjalan dengan baik.
Pangarso mengatakan, hingga kini pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebab utama keracunan massal tersebut. Namun, Ia menegaskan bahwa Tim Satgas Pangan telah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya untuk pemeriksaan mendalam.
Baca Lainnya :
- Juara 3 Diraih ULM. MTQ Mahasiswa Nasional ke-XVIII 2025 Resmi Ditutup0
- Kasus Keracunan Gubernur Kalsel Muhidin Minta SPPG Jaga Kualitas 0
- Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Rakornas Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 20250
- Puluhan Siswa di Martapura Kalsel diduga Keracunan MBG0
- Tausiyah Rutin Pembinaan Mental dan Spiritual, ASN, PPPK dan Pegawai Lingkup Pemprov Kalsel 0
“Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kita tunggu hasil laboratorium, nanti akan kami sampaikan secara terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda juga berbincang menanyakan kondisi pelajar yang masih terbaling lemah dalam perawatan. "Adapun, sebagian besar siswa yang sebelumnya dirawat kini sudah pulih dan diperbolehkan pulang," kata Wakapolda.(/smartbanua)
