- Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Terhadap Seorang Warga yang Diduga Tenggelam di Sungai Desa Rantau Nangka, Kabupaten Banjar
- Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- BAILANG PAKACIL Tembus Rawa Paminggir, PastikanLayanan Adminduk hingga Pelosok
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Kalsel hingga Pertengahan Juni
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XVIII 2026; Tekankan Semangat Bekerja Melayani Masyarakat Banua
- ASN Pemprov Tersandung Dugaan Pemerasan, Gubernur, Silahkan Proses
- Dinas ESDM Kalsel Minta Maaf, ASN nya Tersandung Pemerasan
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-16 Tuan Guru H Sofyan Noor bin Ahmad Sya ran di Martapura
- Desa Baringin Jadi Percontohan Penanganan Permukiman Terpadu di Kalsel
- Gubernur Dorong JMSI Kalsel Jaga Independensi
Wakapolda Kalsel Pastikan Penanganan Korban Keracunan MBG Berjalan Baik

Kasus keracunan pelajar diduga akibat menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kota Martapura Kalsel jumlahnya tembus 130 orang dari data IGD RS Ratu Jalecha, hingga Jumat (10/10/2025) sore. Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, memastikan langsung penanganan kepada korban agar berjalan dengan baik.
Pangarso mengatakan, hingga kini pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebab utama keracunan massal tersebut. Namun, Ia menegaskan bahwa Tim Satgas Pangan telah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya untuk pemeriksaan mendalam.
Baca Lainnya :
- Juara 3 Diraih ULM. MTQ Mahasiswa Nasional ke-XVIII 2025 Resmi Ditutup0
- Kasus Keracunan Gubernur Kalsel Muhidin Minta SPPG Jaga Kualitas 0
- Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Rakornas Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 20250
- Puluhan Siswa di Martapura Kalsel diduga Keracunan MBG0
- Tausiyah Rutin Pembinaan Mental dan Spiritual, ASN, PPPK dan Pegawai Lingkup Pemprov Kalsel 0
“Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kita tunggu hasil laboratorium, nanti akan kami sampaikan secara terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda juga berbincang menanyakan kondisi pelajar yang masih terbaling lemah dalam perawatan. "Adapun, sebagian besar siswa yang sebelumnya dirawat kini sudah pulih dan diperbolehkan pulang," kata Wakapolda.(/smartbanua)
