- Sesuai Instruksi Gubernur Kalsel, DPD PAN Kabupaten Banjar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Jawa Laut
- Banjir Tak Kunjung Surut, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Selatan
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kunjungan Presiden Prabowo
- Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat Siap Diresmikan
- Fokuskan Layanan Kesehatan dan Kelompok Rentan, TP PKK Kalsel Hadir di Lokasi Banjir Sungai Rangas
- Wapres Gibran Janji Beri Perhatian Khusus Penanganan Banjir di Kalsel
- Banjir Kalsel Tak Surut, Wagub Hasnuryadi Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga
- Berbaur Dengan Masyarakat Terdampak Banjir di Sungai Tabuk, Wagub Hasnuryadi Salurkan Bantuan
- Pemprov Kalsel Isi Jabatan Strategis, 11 Pejabat Eselon II Dilantik Gubernur Muhidin
- Waspada Sepekan Ke Depan Kalsel Masih Dihantui Cuaca Ekstrem
Wakapolda Kalsel Pastikan Penanganan Korban Keracunan MBG Berjalan Baik

Kasus keracunan pelajar diduga akibat menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kota Martapura Kalsel jumlahnya tembus 130 orang dari data IGD RS Ratu Jalecha, hingga Jumat (10/10/2025) sore. Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, memastikan langsung penanganan kepada korban agar berjalan dengan baik.
Pangarso mengatakan, hingga kini pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebab utama keracunan massal tersebut. Namun, Ia menegaskan bahwa Tim Satgas Pangan telah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya untuk pemeriksaan mendalam.
Baca Lainnya :
- Juara 3 Diraih ULM. MTQ Mahasiswa Nasional ke-XVIII 2025 Resmi Ditutup0
- Kasus Keracunan Gubernur Kalsel Muhidin Minta SPPG Jaga Kualitas 0
- Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Rakornas Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 20250
- Puluhan Siswa di Martapura Kalsel diduga Keracunan MBG0
- Tausiyah Rutin Pembinaan Mental dan Spiritual, ASN, PPPK dan Pegawai Lingkup Pemprov Kalsel 0
“Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kita tunggu hasil laboratorium, nanti akan kami sampaikan secara terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda juga berbincang menanyakan kondisi pelajar yang masih terbaling lemah dalam perawatan. "Adapun, sebagian besar siswa yang sebelumnya dirawat kini sudah pulih dan diperbolehkan pulang," kata Wakapolda.(/smartbanua)
