- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Puluhan Siswa di Martapura Kalsel diduga Keracunan MBG

Banjarmasin : Puluhan siswa di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan diduga mengalami keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9/10/2025).
Hingga sore sekira pukul 17.00 WITA, tercatat 37 orang telah menjalani perawatan di RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura.
Baca Lainnya :
- Tausiyah Rutin Pembinaan Mental dan Spiritual, ASN, PPPK dan Pegawai Lingkup Pemprov Kalsel 0
- SMAN Negeri Banua Kalimantan Selatan Resmi Jadi Sekolah Garuda0
- Sekolah Garuda Presiden Harapan Baru Generasi Banua Go Internasional 0
- Gubernur H. Muhidin Dorong Kesadaran Masyarakat Soal Pemenuhan Hak Anak Sebagai Generasi Emas 20450
- Disdikbud Kalsel Siapkan Tes Kompetensi Akademik Siswa Sebagai Aturan Baru0
Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, mengungkapkan, peristiwa dugaan keracunan sedang dilakukan penyelidikan.
“Sementara kita akan melakukan penyelidikan di salah satu sekolah, di Assalam Martapura. Kita sudah mengambil sampel makanan untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahui penyebab pastinya,” Katanya.
Sebelumnya ruang instalasi gawat darurat (IGD) RS di Jalan Menteri Empat, Cindai Alus, Martapura mendadak dipenuhi oleh siswa-siswi yang masih memakai seragam sekolah.
Mereka yang rata-rata masih dalam kondisi sasar, terbaring di ranjang RS dengan alat medis. Orangtua dan keluarga dari siswa yang diduga kercaunan juga mendampingi. Termasuk pihak keamanan dan pemerintah daerah.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh Dandim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Ia langsung mendatangi RS Zaleha dan melakukan peninjaun terhadap siswa yang mengalami keracunan.
“Informasi awal ada pasien yang masuk, kita telah meminta kepada rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik” katanya.
Adapun, gejala yang dialami para korban antara lain pusing, mual, muntah, serta nyeri perut seperti ditusuk-tusuk.
Hingga berita ini diturunkan Pihak RSUD Raza Martapura saat ini masih terus melakukan penanganan medis terhadap pasien. Para tenaga medis dikerahkan untuk memberikan penanganan intensif bagi korban, baik siswa maupun tenaga pendidik. Perkembangan kasus dugaan keracunan massal ini masih terus dipantau oleh pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. (smartbanua)
