- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok
- Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
- Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
- Capai Impresif 2025, Gubernur H. Muhidin Optimis Kalsel Menarik Banyak Investor di Tahun 2026
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima Penghargaan Atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kinerja Tinggi
Puluhan Siswa di Martapura Kalsel diduga Keracunan MBG

Banjarmasin : Puluhan siswa di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan diduga mengalami keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9/10/2025).
Hingga sore sekira pukul 17.00 WITA, tercatat 37 orang telah menjalani perawatan di RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura.
Baca Lainnya :
- Tausiyah Rutin Pembinaan Mental dan Spiritual, ASN, PPPK dan Pegawai Lingkup Pemprov Kalsel 0
- SMAN Negeri Banua Kalimantan Selatan Resmi Jadi Sekolah Garuda0
- Sekolah Garuda Presiden Harapan Baru Generasi Banua Go Internasional 0
- Gubernur H. Muhidin Dorong Kesadaran Masyarakat Soal Pemenuhan Hak Anak Sebagai Generasi Emas 20450
- Disdikbud Kalsel Siapkan Tes Kompetensi Akademik Siswa Sebagai Aturan Baru0
Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, mengungkapkan, peristiwa dugaan keracunan sedang dilakukan penyelidikan.
“Sementara kita akan melakukan penyelidikan di salah satu sekolah, di Assalam Martapura. Kita sudah mengambil sampel makanan untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahui penyebab pastinya,” Katanya.
Sebelumnya ruang instalasi gawat darurat (IGD) RS di Jalan Menteri Empat, Cindai Alus, Martapura mendadak dipenuhi oleh siswa-siswi yang masih memakai seragam sekolah.
Mereka yang rata-rata masih dalam kondisi sasar, terbaring di ranjang RS dengan alat medis. Orangtua dan keluarga dari siswa yang diduga kercaunan juga mendampingi. Termasuk pihak keamanan dan pemerintah daerah.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh Dandim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Ia langsung mendatangi RS Zaleha dan melakukan peninjaun terhadap siswa yang mengalami keracunan.
“Informasi awal ada pasien yang masuk, kita telah meminta kepada rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik” katanya.
Adapun, gejala yang dialami para korban antara lain pusing, mual, muntah, serta nyeri perut seperti ditusuk-tusuk.
Hingga berita ini diturunkan Pihak RSUD Raza Martapura saat ini masih terus melakukan penanganan medis terhadap pasien. Para tenaga medis dikerahkan untuk memberikan penanganan intensif bagi korban, baik siswa maupun tenaga pendidik. Perkembangan kasus dugaan keracunan massal ini masih terus dipantau oleh pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. (smartbanua)
