- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Untuk Strategis Sanitasi

Banjarmasin : Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat upaya percepatan pembangunan sanitasi permukiman dengan menggelar Coaching Clinic implementasi Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan penguatan penyusunan program kebijakan sanitasi.
Kegiatan yang diadakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel ini berlangsung di Banjarbaru dan melibatkan peserta dari Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala.
Baca Lainnya :
- 500 Mitra Ojol Kalsel Terima Bantuan Bhayangkari Polda Kalsel0
- Ratusan Ojol Deklarasi Jaga Kamtibmas di Kalsel0
- Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Ekonomi Kreatif dan Koperasi0
- Wakapolda Kalsel Pastikan Penanganan Korban Keracunan MBG Berjalan Baik0
- Juara 3 Diraih ULM. MTQ Mahasiswa Nasional ke-XVIII 2025 Resmi Ditutup0
Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum, Angga Rinaldi Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemprov Kalsel untuk mempercepat pencapaian target akses sanitasi sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
“Melalui coaching clinic ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi dan mempercepat pencapaian akses sanitasi yang layak dan berkelanjutan,” ujar Angga, Senin (13/10/2025).
Ia mengatakan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) menjadi instrumen vital dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pengurangan kesenjangan antar wilayah.
Coaching Clinic kali ini fokus pada finalisasi dokumen SSK, penyusunan paket kebijakan, serta advokasi kepada kepala daerah. Penetapan skala layanan dan model layanan sanitasi berkelanjutan juga menjadi agenda penting dalam forum ini.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bekerja bersama demi menghasilkan dokumen perencanaan sanitasi yang kuat dan implementatif,” ungkap Angga.
Dengan upaya ini, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid dan komitmen seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala semakin terbangun guna mewujudkan sanitasi yang layak dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.(smartbanua)
