- Berbaur Ulama, Habaib dan Jamaah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Masjid Jami Tuhfaturroghibin
- 800 Personel Polda Kalimantan Selatan Amankan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Pengamanan Diperketat hingga Jalur Sungai
- Hari Pertama Kerja Sekda Kalsel Sidak Disiplin ASN, Ini Hasilnya
- Gubernur H. Muhidin Bersama Wagub dan Sekdaprov Sholat Idul Fitri di Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin
- Kakanwil Kemenag Kalsel Ajak Masyarakat Hormati Hasil Sidang Isbat dan Perkuat Persatuan Idul Fitri
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Pimpin HLM TPID, Gerak Cepat Kendalikan Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan
- Wagub Hasnuryadi Berbuka Puasa Bersama Barito Mania; Dipersatukan dalam Cinta dan Semangat untuk Kebanggaan Banua
- Jelang Lebaran, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan Komoditas di Pelabuhan Trisakti
- Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke 6 Digelar Khidmat di Banjarmasin
- Jasa Raharja Kalsel Perkuat Sinergi, Dukung Mudik Aman 2026
Status Bahaya! Sejumlah Bendung dan Sungai di Kalsel Alami Kenaikan TMA, Warga Diminta Waspada

Keterangan Gambar : Patok ketinggian air di Bendungan Karang Intan yang saat ini sudah siaga satu. (Foto: BPBD Kalsel).
Banjarmasin – Sejumlah bendung dan sungai di wilayah Kalimantan Selatan terpantau berada pada status bahaya hingga siaga. Kondisi ini berdasarkan Update Tinggi Muka Air (TMA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Sabtu (27/12/2025) pukul 08.55 WITA.
Pada kategori bendung, status bahaya terjadi di beberapa titik, yakni Bendung Karang Intan Kabupaten Banjar dengan TMA 11,8 meter, Bendung Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan 9,3 meter, Bendung Batang Alai Kabupaten Hulu Sungai Tengah 11,1 meter, Bendung Pitap Kabupaten Balangan 10,3 meter, serta Bendung Karau Kabupaten Barito Timur 5,98 meter. Sejumlah wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami hujan hingga gerimis.
Baca Lainnya :
- Cinta Segitiga Motif Polisi Bunuh Mahasiswi ULM0
- Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Terungkap: Bripda Muhammad Seili Jadi Tersangka, Berawal dari Motif Cinta Segitiga0
- UMP Kalsel 2026 Naik 6,54 Persen, Resmi Jadi Rp3.725.0000
- Gelar Doa Bersama di 17 Mei Banjarmasin, Wagub Hasnuryadi Harapkan Jadi Tempat Bersatunya Masyarakat Kalsel0
- Wagub Kalsel Resmi Tutup Rehabilitasi Disabilitas, Peserta Dapat Bantuan Alat Usaha0
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bambang Dedi Mulyadi, menyebutkan kenaikan muka air dipengaruhi curah hujan yang masih tinggi di wilayah hulu sungai.
“Beberapa titik sudah masuk status bahaya dan siaga. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di bantaran sungai dan daerah rawan genangan,” ujarnya.
Sementara itu, Bendung Tapin berada pada status waspada dengan TMA 5,68 meter. Adapun bendung lainnya seperti Telaga Langsat, Batulicin, dan Sungai Bungur masih terpantau normal. Pada kategori bendungan, Bendungan Tapin tercatat berada pada elevasi +143,84 meter dengan curah hujan 99,7 milimeter dan masih berstatus normal. Sedangkan Bendungan Riam Kanan berada di elevasi +58,23 meter dengan kondisi cuaca hujan.
Untuk embung, sebagian besar masih berada dalam kondisi normal. Namun, Embung Kebun Raya Banua di Kota Banjarbaru terpantau berstatus waspada dengan elevasi +30,08 meter.
Kondisi kritis juga tercatat pada sejumlah sungai. Sungai Martapura di Kabupaten Banjar berada pada status bahaya dengan TMA 9,6 meter. Status bahaya juga terjadi di Sungai Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sungai Riam Kanan Kabupaten Banjar, serta Sungai Barito di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Bambang menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan segera melaporkan apabila terjadi kenaikan debit air yang signifikan atau kondisi darurat di wilayah masing-masing,” tegasnya. (smartbanua)
