- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
Gubernur Kalsel Pimpin Rakor Pengendalian Banjir Banua Anam, Targetkan Pembangunan Sodetan


Hulu Sungai Utara – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pengendalian Banjir Kawasan Banua Anam Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Idham Khalid, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu (11/2/2026).
Rakor yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bappeda Provinsi Kalsel ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan banjir di enam kabupaten, yakni Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, dan Tabalong. Kawasan ini berada dalam lingkup hidrologi Wilayah Sungai (WS) Barito.
Baca Lainnya :
- PUPR Kalsel Fokus Lanjutkan Pembangunan Rumah Jabatan Gubernur0
- Polda Kalsel Musnahkan 67,6 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi0
- Dit Lantas Polda Kalsel Gelar Rampcheck Keselamatan di Banjarbaru0
- TNI-Polri Turun Bersihkan Taman Kamboja 0
- Kalsel Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah0
Aksi Nyata dan Sinergitas Antar Daerah
Dalam arahannya, Gubernur H. Muhidin menekankan pentingnya sinergitas dan keterpaduan antar pemangku kepentingan dalam mengendalikan banjir. Ia berharap pertemuan ini menghasilkan langkah nyata bagi masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama-sama berkumpul, bupati/wakil bupati kabupaten Banua Anam, beserta jajaran dinas terkait untuk membahas persoalan banjir ini. Jangan sampai ini menjadi ceremonial saja. Jadi harus ada aksi yang dilakukan," tegas Gubernur H. Muhidin yang didampingi Bupati HSU, H. Sahrujani, dan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti.
Rencana Pembangunan Sodetan
Sebagai langkah awal penanganan, Gubernur H. Muhidin menginstruksikan perencanaan pembuatan sodetan atau saluran air buatan. Sodetan ini berfungsi untuk mengalihkan sebagian debit air sungai saat volume tinggi, mengurangi beban aliran utama, serta mencegah luapan di area padat penduduk.
"Jadi kita kolaborasi antara provinsi dengan kabupaten di Banua Anam ini adalah pembuatan sodetan ini tadi. Kita akan anggarkan di (APBD) Perubahan tahun ini," jelasnya.
Apresiasi dari Kepala Daerah Banua Anam
Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur dalam rakor tersebut. Menurutnya, ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi terhadap permasalahan di daerah.
"Mewakili seluruh kabupaten Banua Anam, kami sangat berterima kasih Pak Gubernur berkenan hadir membuka dan memimpin rakor ini. Ini wujud bahwa Pemprov memang benar-benar hadir untuk kami dalam menangani banjir yang menjadi momok luar biasa bagi kami," ujar Sahrujani.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama
Rakor ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama Program Terpadu Penanganan Pengendalian Banjir Kawasan Banua Anam oleh kepala daerah dari enam kabupaten. Salah satu poin utamanya adalah komitmen untuk melaksanakan program secara terkoordinasi lintas wilayah administrasi guna meminimalisir dampak sosial-ekonomi masyarakat.
Selain itu, agenda rapat juga diisi dengan:
* Pemaparan Rencana Aksi Pengendalian Banjir WS Barito oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
* Pemaparan konsep pengendalian banjir kawasan Banua Anam berdasarkan desain perencanaan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalsel.
Melalui rakor ini, diharapkan terwujud komitmen yang lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat serta mendukung pembangunan di kawasan Banua Anam. (/smartbanua)
