- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka Pamor Borneo 2026; Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Investasi, Perdagangan dan Transformasi Digital
- Dit Intelkam Polda Kalsel Ajak Warga HSS Perkuat Persatuan
- Silaturahmi dengan Warga Tanjung Selor, Intelkam Polda Kalsel Bagikan Sembako
- Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogaram Sabu dan Ratusan Butir Ekstasi
- Job Fair Kalsel 2026 Sediakan 1.145 Lowongan Kerja
Curah Hujan Menurun, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

Banjarbaru - Pemprov Kalsel mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah. Meski status siaga darurat belum ditetapkan, berbagai langkah antisipasi telah dipercepat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat saat risiko meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan kondisi wilayah banua saat ini belum memenuhi syarat untuk penetapan status siaga darurat karena hujan masih terjadi di beberapa daerah.
Baca Lainnya :
- Kisah Muda Tan Malaka, Novel Karya Sjarapuddin Dibedah di Banjarmasin0
- Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda0
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital 0
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu0
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel0
"Status siaga darurat belum ditetapkan karena kondisi di lapangan masih belum memenuhi indikator. Namun kami terus memperkuat kesiapsiagaan agar seluruh personel dan peralatan siap jika sewaktu-waktu terjadi karhutla," ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Kalsel juga akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna menyatukan langkah dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Persiapan tidak hanya dilakukan BPBD. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan juga memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.
Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi potensi karhutla tahun ini.
"Kami terus meningkatkan kesiapan personel, memastikan peralatan pemadam dalam kondisi siap pakai, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar respons penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," katanya.
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan turut memperkuat alasan belum diberlakukannya status siaga darurat.
Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 30 Juni 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan masih berada pada kategori sangat pendek, yakni baru mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan.
BMKG juga mencatat masih terdapat sejumlah daerah yang menerima hujan hingga pembaruan data terakhir.
Kondisi tersebut menunjukkan potensi karhutla memang mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau, namun belum berada pada tingkat yang mengharuskan penetapan status siaga darurat. (/smartbanua)
