- Curah Hujan Menurun, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla
- Kisah Muda Tan Malaka, Novel Karya Sjarapuddin Dibedah di Banjarmasin
- Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel
- Sekdaprov Kalsel Sambut Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Bahas Ketahanan Pangan dan Antisipasi El Nino
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Hadiri Seminar Perdana Pembentukan Adhyaksa Chamber di ULM Banjarmasin
- SPMB 2026 di Kalsel Berjalan Lancar
- Gubernur H. Muhidin Resmi Canangkan Kabupaten Tanah Laut Sentra Jagung di Kalsel; Komitmen Mendukung Kebijakan Nasional Percepatan Pengembangan Jagung
Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya menjadikan museum sebagai ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan relevan bagi generasi muda. Komitmen tersebut mengemuka pada penutupan rangkaian Sepekan Cinta Museum 2026 di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi harus mampu menjadi pusat edukasi yang menarik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Baca Lainnya :
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital 0
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu0
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel0
- Sekdaprov Kalsel Sambut Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Bahas Ketahanan Pangan dan Antisipasi El Nino0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Hadiri Seminar Perdana Pembentukan Adhyaksa Chamber di ULM Banjarmasin0
"Museum harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.
Menurutnya, Sepekan Cinta Museum merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan jati diri Banua melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Selama sepekan pelaksanaan, berbagai lomba seperti mewarnai tingkat PAUD, bagasing, menyanyi lagu Banjar, hingga tari kreasi tradisional berhasil menarik antusiasme masyarakat. Abdul Rahim menilai tingginya partisipasi menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kegiatan yang kreatif sekaligus memberikan nilai pembelajaran.
Ia berharap keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan terus diperluas agar mereka semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan pihaknya akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum pada tahun mendatang dengan memperluas kategori peserta berdasarkan jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum.
"PAUD juga akan menjadi perhatian sehingga anak-anak dapat lebih awal mengenal dan mencintai budaya daerah," kata Ady.
Melalui pengembangan program tersebut, Disdikbud Kalsel berharap museum semakin hidup sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya, sekaligus menjadi ruang yang mampu membangun karakter generasi muda yang berbudaya dan mencintai identitas Banua. (/smartbanua)
