- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru

Banjarbaru : Api kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla berkobar di kawasan Desa pengayuan Liang Anggang, kota Banjarbaru, Kalsel Selasa sore 18 Agustus 2026.
Peristiwa itu pun menjadi perhatian serius Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq bertepatan saat kunjungan kerjanya ke Posko Karhutla di kawasan tersebut.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang 0
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel0
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI0
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah0
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura0
Tak berpikir lama, Wamen Hanif bersama kepala BPBD Kalsel Rony Eka Saputra sigap langsung terjun memadamkan kobaran api bersama jajaran petugas Satgas Karhutla.
Disela upaya pemadaman, melihat kondisi tersebut Hanif mengungkapkan, karhutla tidak bisa ditangani dengan satu pihak saja khususnya pemerintah. Namun harus melibatkan semua unsur partisipasi masyarakat.
Menurut Hanif, karhutla sekecil apapun tidak boleh dianggap sepele, Pemprov Kalsel harus menambah akselerasi dalam upaya pemadaman. Dengan mengkolaborasikan seluruh kekuatan yang ada.
"Wilayah disini daerahnya rawan. Pemprov Kalsel harus menambah akselerasi dalam upaya pemadaman yang sudah dilakukan selama ini. Diantaranya penggerakan masyarakat, seperti BPK swadaya, unit usaha, kemudian dari semua aparatur sipil negara di Pemprov Kalsel," katanya.
Sementara, Kepala BPBD Kalsel Rony Eka Saputra, sangat bersyukur mendapatkan dukungan langsung dari Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofik, Ia menyebut bantuan segera datang dari pihak swasta untuk memadamkan api Karhutla.
"Mulai besok, kami akan bagi wilayah, untuk pemadaman. Kami mendapat bantuan dari pihak swasta, perusahaan untuk pemadaman," ucapnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel per Agustus 2026, total luas lahan dan hutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar 3.387 hingga 3.500 hektare dengan lebih dari 1.051 kejadian kebakaran yang dipicu oleh puncak musim kemarau.(/smartbanua)
