- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
- Pemprov Kalsel Kembali Beri Insentif Pajak Kendaraan
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Perkuat Identitas Provinsi Religius
- Hadiri Rakor Integritas se-Kalimantan, Sekdaprov Kalsel Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi
- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah

BANJARMASIN – Ribuan jemaah memadati kawasan Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026) malam. Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 tahun ini disebut dihadiri lebih dari 10 ribu orang.
Baca Lainnya :
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma’ruf di Martapura0
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center0
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih0
- Pemprov Kalsel Kembali Beri Insentif Pajak Kendaraan 0
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Perkuat Identitas Provinsi Religius0
Antusiasme jemaah bahkan telah terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Mereka mengikuti salat berjamaah, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tausiyah, hingga doa dan zikir bersama untuk mengenang Sultan Suriansyah, tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Banjar dan perkembangan Islam di Kalimantan Selatan.
Panitia Haul Agung Sultan Suriansyah, Akhmad Djuraidi, mengatakan jumlah jemaah tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Jemaah yang hadir meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 7.000,” ujarnya.
Menurut Djuraidi, jemaah tidak hanya berasal dari Banjarmasin dan sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, tetapi juga datang dari luar daerah.
Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah jemaah, panitia menyediakan sekitar 20 titik layar yang tersebar di luar area utama. Fasilitas tersebut memungkinkan jemaah tetap mengikuti rangkaian acara meski tidak dapat berada langsung di sekitar kompleks makam.
Sekitar 1.000 relawan juga dikerahkan untuk membantu kelancaran pelaksanaan haul, mulai dari pelayanan jemaah hingga pengaturan di sejumlah titik kegiatan.
Haul tahun ini turut menjadi momentum yang dirangkai dengan sejumlah peringatan lainnya, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Hari Jadi Kota Banjarmasin, serta menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, yang hadir mewakili Gubernur Kalsel H Muhidin, menilai peringatan haul tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kembali keteladanan Sultan Suriansyah kepada generasi muda.
Menurutnya, Sultan Suriansyah tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin, tetapi juga memiliki keteladanan dalam akhlak dan kehidupan keagamaan.
“Beliau adalah sosok yang bisa diteladani kepemimpinannya. Dalam kepemimpinannya punya akhlakul karimah, sisi agamanya tidak lepas dari latar belakang kesultanan yang beliau pimpin,” kata Ariadi.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda Kalimantan Selatan. Pendidikan karakter, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan intelektual agar generasi muda juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin M Yamin menilai Sultan Suriansyah memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Kota Banjarmasin.
Karena itu, pelaksanaan haul dinilai menjadi salah satu momentum untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus merawat nilai-nilai budaya dan keagamaan yang berkembang di Kota Banjarmasin.
“Perlu kita teladani kepemimpinan beliau di zaman masa kerajaan dulu,” ujar Yamin.
Padatnya jemaah pada Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap warisan sejarah, keagamaan, dan budaya Kesultanan Banjar yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. (/smartbanua)
