- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Siaga Ancaman Karhutla, Dishut Kalsel Aktifkan Patroli hingga 100 Lebih Kelompok MPA

Banjarbaru - Dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan mengutamakan langkah pencegahan.
Berbagai upaya telah disiapkan, mulai dari patroli rutin, penguatan personel di kawasan rawan, hingga mengaktifkan lebih dari 100 Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Baca Lainnya :
- Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Gubernur Muhidin Instruksikan Satgas Siaga Penuh 0
- Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda0
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital 0
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu0
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel0
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzahra, usai mengikuti apel siaga Karhutla 2026 di kawasan kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin 6 Juli 2026. Ia juga mengatakan langkah pencegahan menjadi fokus utama agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
"Yang paling kami utamakan adalah usaha pencegahan. Kami mengaktifkan patroli di daerah-daerah rawan, seperti kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor, Tahura Sultan Adam, dan Kabupaten Tanah Laut yang setiap tahun memiliki tingkat kejadian karhutla cukup tinggi," ujarnya.
Selain patroli, Dishut Kalsel juga mengaktifkan kembali posko-posko pengendalian karhutla, termasuk memastikan kesiapsiagaan pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di kawasan rehabilitasi hutan. Setiap pengelola diminta memiliki posko, personel, serta melakukan patroli secara berkala.
Fatimatuzahra menjelaskan, koordinasi juga terus dilakukan bersama Manggala Agni, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperkuat deteksi dini titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sejak awal sebelum meluas.
"Kami ingin pencegahan dilakukan sedini mungkin. Jangan menunggu sampai kebakaran menjadi besar baru ditangani," katanya.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Dishut Kalsel juga telah memetakan lokasi-lokasi kantong air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman, termasuk kebutuhan pengambilan air bagi helikopter water bombing apabila diperlukan.
Di kawasan Tahura Sultan Adam, pengawasan juga diperketat melalui sosialisasi kepada masyarakat, pelaku wisata, petugas keamanan, dan petugas kebersihan agar segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran.
Tahun ini, Dishut Kalsel juga telah menambah menara pemantau di kawasan Mandiangin dan Bukit Batu, menyiapkan tandon air di sejumlah titik strategis, serta memperluas sekat bakar yang berfungsi menghambat penyebaran api sekaligus menjadi jalur inspeksi bagi petugas.
Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Sipongi dan data Kementerian Kehutanan, kejadian titik api terbesar sepanjang Januari hingga Juli 2026 terjadi pada Mei. Meski demikian, Dishut Kalsel tetap meningkatkan kewaspadaan pada Juli hingga Agustus karena berdasarkan prakiraan BMKG periode tersebut merupakan puncak musim kemarau.
"Kami tetap siaga penuh meskipun hingga saat ini kejadian api di Juli belum terlalu besar. Pencegahan tetap menjadi prioritas utama agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi," ucap Fatimatuzahra.
Selain itu, Dishut Kalsel juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan para pemegang izin pengelolaan kawasan hutan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sarana pendukung penanggulangan karhutla, guna memastikan seluruh pihak siap menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. (/smartbanua)
