- Pemprov Bersama TNI dan Polri Sidak SPBU, Pastikan Distubusi BBM Subsidi Solar Lancar
- Sekdaprov Kalsel Buka Rakor Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Banjar
- Sopir Truk Datangi Kantor Gubernur Menjerit Solar Sulit Didapat
- Pemprov Kalsel Terima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Musik Panting
- Segarkan Organisasi Gubernur Muhidin Kembali Lantik Ratusan Pejabat
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bunbu
- Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan untuk Petani Jagung
- Gubernur Kalsel Bakal Evaluasi Kembali Kinerja Pejabat hingga Eselon IV
- Kolaborasi Dispora dan DLH Kalsel Libatkan Pemuda Jadi Agen Lingkungan
- Terima Reses Komisi XI DPR RI, Gubernur H. Muhidin Sampaikan Keberhasilan Pemprov Kalsel atas Kinerja Tinggi dan Penurunan Stunting serta Kemiskinan
Siklon Tropis FINA Menguat di Laut Arafuru, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Maluku dan NTT

Keterangan Gambar : Ilustrasi. Siklon Tropis FINA berkembang di Laut Arafuru, memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Waspada potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. (Foto: dok Earthdata NASA)
Jakarta, smartbanua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan perkembangan terbaru Siklon Tropis FINA yang kini terdeteksi di wilayah Laut Arafuru bagian tenggara Pulau Tanimbar. Siklon yang berasal dari Bibit Siklon Tropis 97S ini memicu hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia timur.
Dalam keterangannya, BMKG menyebut pusat sirkulasi Siklon Tropis FINA memiliki kecepatan angin maksimum 40 knots atau sekitar 75 km/jam, dengan tekanan udara minimum 994 hPa. Intensitasnya diprediksi meningkat menjadi kategori 2 dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan ke arah barat daya.
Baca Lainnya :
- Kasus Perceraian di Tanah Bumbu Meningkat Tajam, PA Batulicin Soroti Judi Online hingga Miras sebagai Faktor Utama0
- Kasus HIV dan Kekerasan Seksual Mengkhawatirkan, KOPRI PMII Banjarbaru Desak Pemko Ambil Langkah Darurat0
- Bea Cukai Kalsel Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Miras0
- Kalsel Innovation Award 2025: SKPD, Daerah, dan Masyarakat Tunjukkan Lonjakan Inovasi0
- Erupsi Gunung Semeru: 956 Warga Mengungsi, Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat0
Dampak Cuaca Ekstrem 20–21 November
BMKG menegaskan bahwa Siklon Tropis FINA memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia selama periode 20 November pukul 19.00 WIB hingga 21 November pukul 19.00 WIB.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat
-
Kepulauan Tanimbar
-
Kabupaten Maluku Barat Daya
-
Maluku bagian utara
-
Papua Selatan
Wilayah Berpotensi Angin Kencang
-
Wilayah Maluku
Potensi Gelombang Tinggi
Gelombang 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di:
-
Perairan Kep. Leti & Kep. Babar
-
Perairan Kep. Kei & Kep. Aru
-
Perairan Kep. Tanimbar
-
Laut Banda
-
Laut Seram
-
Laut Arafuru bagian utara dan timur
-
Perairan selatan Kaimana
Gelombang 2,5 – 4,0 meter diprediksi terjadi di:
-
Laut Arafuru bagian barat dan tengah
BMKG mencatat bahwa Bibit Siklon Tropis 97S telah berkembang menjadi Siklon Tropis FINA sejak 19 November 2025 pukul 01.00 WIB.
BMKG: Siklon Menguat, Daerah Harus Siaga
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa FINA saat ini berada pada kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum mencapai 75 km/jam dan pergerakan menuju timur–timur laut. Pertumbuhan cepat ini mendorong BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, terutama untuk Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Peningkatan intensitas FINA harus diwaspadai karena dapat memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem dan gelombang laut berbahaya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengimbau pemerintah daerah—terutama Maluku dan NTT—untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Pemda kami minta memperkuat koordinasi dan langkah mitigasi untuk mengantisipasi banjir, banjir bandang, dan risiko kerusakan akibat angin kencang,” katanya.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
-
Menghindari aktivitas laut di area berpotensi gelombang tinggi
-
Waspada terhadap pohon tumbang, jalan licin, dan banjir
-
Memantau informasi peringatan cuaca resmi dari BMKG
(/smartbanua)
