- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
- Gemar Minum Susu Akan Diperkuat di Kalsel
- Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi ULM, Seili Peragakan 18 Adegan
- Tulisan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Berubah Biru, Ini Penjelasan Pengelola
Siklon Tropis FINA Menguat di Laut Arafuru, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Maluku dan NTT

Keterangan Gambar : Ilustrasi. Siklon Tropis FINA berkembang di Laut Arafuru, memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Waspada potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. (Foto: dok Earthdata NASA)
Jakarta, smartbanua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan perkembangan terbaru Siklon Tropis FINA yang kini terdeteksi di wilayah Laut Arafuru bagian tenggara Pulau Tanimbar. Siklon yang berasal dari Bibit Siklon Tropis 97S ini memicu hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia timur.
Dalam keterangannya, BMKG menyebut pusat sirkulasi Siklon Tropis FINA memiliki kecepatan angin maksimum 40 knots atau sekitar 75 km/jam, dengan tekanan udara minimum 994 hPa. Intensitasnya diprediksi meningkat menjadi kategori 2 dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan ke arah barat daya.
Baca Lainnya :
- Kasus Perceraian di Tanah Bumbu Meningkat Tajam, PA Batulicin Soroti Judi Online hingga Miras sebagai Faktor Utama0
- Kasus HIV dan Kekerasan Seksual Mengkhawatirkan, KOPRI PMII Banjarbaru Desak Pemko Ambil Langkah Darurat0
- Bea Cukai Kalsel Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Miras0
- Kalsel Innovation Award 2025: SKPD, Daerah, dan Masyarakat Tunjukkan Lonjakan Inovasi0
- Erupsi Gunung Semeru: 956 Warga Mengungsi, Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat0
Dampak Cuaca Ekstrem 20–21 November
BMKG menegaskan bahwa Siklon Tropis FINA memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia selama periode 20 November pukul 19.00 WIB hingga 21 November pukul 19.00 WIB.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat
-
Kepulauan Tanimbar
-
Kabupaten Maluku Barat Daya
-
Maluku bagian utara
-
Papua Selatan
Wilayah Berpotensi Angin Kencang
-
Wilayah Maluku
Potensi Gelombang Tinggi
Gelombang 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di:
-
Perairan Kep. Leti & Kep. Babar
-
Perairan Kep. Kei & Kep. Aru
-
Perairan Kep. Tanimbar
-
Laut Banda
-
Laut Seram
-
Laut Arafuru bagian utara dan timur
-
Perairan selatan Kaimana
Gelombang 2,5 – 4,0 meter diprediksi terjadi di:
-
Laut Arafuru bagian barat dan tengah
BMKG mencatat bahwa Bibit Siklon Tropis 97S telah berkembang menjadi Siklon Tropis FINA sejak 19 November 2025 pukul 01.00 WIB.
BMKG: Siklon Menguat, Daerah Harus Siaga
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa FINA saat ini berada pada kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum mencapai 75 km/jam dan pergerakan menuju timur–timur laut. Pertumbuhan cepat ini mendorong BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, terutama untuk Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Peningkatan intensitas FINA harus diwaspadai karena dapat memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem dan gelombang laut berbahaya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengimbau pemerintah daerah—terutama Maluku dan NTT—untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Pemda kami minta memperkuat koordinasi dan langkah mitigasi untuk mengantisipasi banjir, banjir bandang, dan risiko kerusakan akibat angin kencang,” katanya.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
-
Menghindari aktivitas laut di area berpotensi gelombang tinggi
-
Waspada terhadap pohon tumbang, jalan licin, dan banjir
-
Memantau informasi peringatan cuaca resmi dari BMKG
(/smartbanua)
