- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok
- Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
- Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
- Capai Impresif 2025, Gubernur H. Muhidin Optimis Kalsel Menarik Banyak Investor di Tahun 2026
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima Penghargaan Atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kinerja Tinggi
Kasus Perceraian di Tanah Bumbu Meningkat Tajam, PA Batulicin Soroti Judi Online hingga Miras sebagai Faktor Utama

BATULICIN – Tren perceraian di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengalami kenaikan drastis sepanjang tahun 2025. Data terbaru Pengadilan Agama (PA) Batulicin mencatat, hingga 17 November 2025 jumlah perkara perceraian telah mencapai 760 kasus, melampaui total sepanjang 2024 yang berjumlah 681 perkara.
Lonjakan ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya cerai gugat atau permohonan cerai yang diajukan oleh pihak istri. Dari total 760 kasus, 577 merupakan cerai gugat, sedangkan 183 lainnya merupakan cerai talak yang diajukan oleh suami.
Baca Lainnya :
- Kasus HIV dan Kekerasan Seksual Mengkhawatirkan, KOPRI PMII Banjarbaru Desak Pemko Ambil Langkah Darurat0
- Bea Cukai Kalsel Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Miras0
- Kalsel Innovation Award 2025: SKPD, Daerah, dan Masyarakat Tunjukkan Lonjakan Inovasi0
- Erupsi Gunung Semeru: 956 Warga Mengungsi, Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat0
- Status Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Warga Mengungsi ke Zona Aman0
Cerai Gugat Meningkat, Didominasi Persoalan Ekonomi dan Perilaku Suami
Peningkatan terbesar terjadi pada cerai gugat, mengindikasikan semakin banyak perempuan yang memilih mengakhiri pernikahan akibat perselisihan rumah tangga yang tidak terselesaikan.
Juru Bicara PA Batulicin, Muh. Naufal Aziz, menegaskan bahwa masalah ekonomi dan perilaku destruktif suami menjadi pemicu terbesar rusaknya keharmonisan rumah tangga.
“Kasus judi online cukup tinggi. Banyak suami yang main judi hingga lupa memberi nafkah, dan itu memicu pertengkaran,” jelas Aziz.
Selain judi online, Aziz mencatat persoalan lain seperti:
-
perselingkuhan,
-
kecanduan minuman keras,
-
penyalahgunaan obat terlarang,
yang kerap berujung pada kekerasan dalam rumah tangga.
Rekapitulasi Belum Final, Angka Perceraian Berpotensi Bertambah
Aziz menyebutkan bahwa angka 760 perkara belum bersifat final. Data baru direkap hingga pertengahan November, sehingga kemungkinan besar jumlah perceraian pada akhir 2025 akan kembali meningkat saat rekap final Desember dilakukan.
“Potensi penambahan itu sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
PA Batulicin Imbau Warga Tidak Tergesa-Gesa Mengambil Jalur Perceraian
Melihat tingginya angka perceraian, PA Batulicin mengingatkan masyarakat agar tidak buru-buru memilih jalur hukum. Aziz menekankan pentingnya upaya penyelesaian melalui:
-
mediasi keluarga,
-
konsultasi tokoh agama,
-
diskusi dengan tokoh masyarakat,
sebelum memutuskan bercerai.
“Setiap masalah rumah tangga sebaiknya diupayakan dulu penyelesaiannya dengan cara baik-baik,” tutupnya. (/smartbanua)
