- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Kalsel Innovation Award 2025: SKPD, Daerah, dan Masyarakat Tunjukkan Lonjakan Inovasi


Banjarbaru, smartbanua.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengukuhkan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi melalui penyelenggaraan Kalsel Innovation Award (KIA) 2025 dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2025. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat, di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Kamis (20/11/2025) pagi.
Acara ini menjadi puncak dari rangkaian penilaian oleh dewan juri yang melibatkan unsur Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, serta akademisi. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas inovasi yang lahir dari SKPD, pemerintah kabupaten/kota, layanan publik, hingga masyarakat umum. Selain itu, ajang ini juga dimaksudkan untuk mempercepat transformasi layanan berbasis riset dan teknologi di Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- Erupsi Gunung Semeru: 956 Warga Mengungsi, Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat0
- Status Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Warga Mengungsi ke Zona Aman0
- Suplai Pertamax Kalsel Kembali Normal, Distribusi Pertamina Lancar Lagi0
- 91 Bollard Trotoar Jalan Panglima Batur Banjarbaru Dicuri, PUPR Ganti Material Non-Besi0
- Empat Anak di Aluh Aluh Diserang Kera Liar, Polisi dan BKSDA Turun Tangan0
Pemenang Kalsel Innovation Award 2025
Pada kategori SKPD Provinsi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan meraih juara 1 melalui inovasi “Si-Apung Kasela”. Posisi juara 2 diraih Dinas Kehutanan, disusul Dinas Perkebunan dan Peternakan sebagai juara 3.
Kategori SKPD Kabupaten/Kota menempatkan Dinas PUPR Hulu Sungai Tengah sebagai juara 1 berkat aplikasi “SINGASAKTI”. Juara 2 diraih RSUD Datu Kandang Haji, dan juara 3 dimenangkan Puskesmas Uren Kabupaten Balangan.
Untuk kategori Masyarakat Umum, inovasi “SARI-KASI” dari Kota Banjarbaru keluar sebagai pemenang utama.
Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah 2025
Pada kategori utama LKTI:
-
Juara I: Ir. Anton Kuswoyo, dengan riset sorgum sebagai pakan energi tinggi di lahan pascatambang.
-
Juara II: “SMOXIDAN”, inovasi pestisida ramah lingkungan dari Barito Kuala.
-
Juara III: apt. Nur Sabilla Fitri, S.Farm, dengan pengembangan produk herbal pasak bumi.
Kategori Harapan:
-
Harapan I: Mahasiswa ULM dengan inovasi fortifikasi ikan patin pada mie basah.
-
Harapan II: Model digital Hiyungrise.
-
Harapan III: Penelitian biofuel berbahan alga Sargassum.
Gubernur Muhidin: Setiap SKPD Wajib Punya Inovasi
Dalam sambutan yang dibacakan Kepala BRIDA Kalsel, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi meningkatnya jumlah inovasi yang masuk tahun ini. Namun, ia menyoroti masih adanya SKPD provinsi yang tidak mengirim inovasi sama sekali.
“Tahun depan tidak ada lagi alasan. Setiap SKPD wajib memiliki minimal satu inovasi yang terukur, berdampak nyata, dan dapat diadaptasi. SKPD yang tidak berkomitmen akan diberikan peringatan bahkan punishment administratif sesuai aturan,” tegasnya.
Muhidin menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak dapat berjalan jika pola pikir aparatur tidak berubah. Ia menilai inovasi bukan sekadar kompetisi, tetapi budaya kerja yang harus melekat pada penyelenggaraan pemerintahan.
“Inovasi adalah cara berpikir, budaya kerja, dan komitmen kita untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita tidak bisa bicara transformasi pelayanan publik kalau kita sendiri tidak mau berubah,” ujarnya.
BRIDA: KIA Membangun Ekosistem Inovasi yang Berkelanjutan
Kepala Bidang Inovasi BRIDA Kalsel, Indra Abdillah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan KIA adalah bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi daerah yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalsel Innovation Award memperkuat eksistensi dan konsistensi daerah dalam menciptakan ekosistem inovasi. Ini sejalan dengan peningkatan Indeks Inovasi Daerah dan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.
Indra juga memaparkan bahwa partisipasi KIA terus meningkat setiap tahun.
-
Tahun 2023: 64 inovasi
-
Tahun 2024: 65 inovasi
-
Tahun 2025: melonjak menjadi 90 inovasi
Tren ini menunjukkan bahwa semangat pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadirkan terobosan pelayanan publik di Banua semakin kuat.
Dengan penyelenggaraan KIA 2025, Kalimantan Selatan kembali menegaskan visinya sebagai provinsi unggul, digital, berdaya saing, serta berani mencoba hal baru sebagai bagian dari percepatan transformasi birokrasi dan inovasi berbasis riset.(raponggati/smartbanua)
