- Sanggar Seni Suluh Banua Angkat Nilai Budaya Dayak Deah Lewat Tari Njipah, Tabalong Juara Umum FKTD Kalsel 2026
- 4.151 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNISKA MAB
- Hujan Hasil Operasi Modifikasi Cuaca Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel
- Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam Karhutla ke Polda Kalteng
- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
- Dinkes Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Dampak Kabut Asap
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Karya Penyandang Disabilitas, Merdeka Berkarya Tanpa Batas
- Kabut Asap Kembali Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
- Baayun Maulid Tapin 2026: Tradisi Maulid Nabi dan Warisan Budaya Banjar
Status Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Warga Mengungsi ke Zona Aman

Keterangan Gambar : Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11). (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya, smartbanua.com - Status Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat dari Level Siaga menjadi Level Awas setelah mengalami erupsi besar, Rabu (19/11) sore.
“Kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari Level III atau Siaga ke Level IV atau Awas terjadi pada pukul 17.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno.
Sebelumnya, pada pukul 16.00 WIB, status Semeru juga telah dinaikkan dari Level II atau Waspada ke Level III atau Siaga. Peningkatan aktivitas ini dipicu oleh munculnya Awan Panas Guguran (APG) yang mulai terpantau sejak pukul 14.13 WIB.
Baca Lainnya :
- Suplai Pertamax Kalsel Kembali Normal, Distribusi Pertamina Lancar Lagi0
- 91 Bollard Trotoar Jalan Panglima Batur Banjarbaru Dicuri, PUPR Ganti Material Non-Besi0
- Empat Anak di Aluh Aluh Diserang Kera Liar, Polisi dan BKSDA Turun Tangan0
- Operasi Zebra Intan 2025 Digelar hingga Akhir November, Ini 7 Pelanggaran Prioritas0
- Polda Kalsel Bongkar Home Industry Miras Oplosan di Banjarmasin, Ribuan Botol Disita0
“Awan panas guguran masih berlangsung dengan amplitudo maksimum 34 mm. Jarak luncurnya mencapai 14 kilometer dari puncak gunung dan cenderung mengarah ke utara,” jelas Satriyo.
Warga yang tinggal di sekitar aliran lahar Semeru pun sudah diminta menjauh dari zona bahaya. Mereka dievakuasi ke Balai Desa Oro-Oro Ombo dan SD Oro-Oro Ombo 03 di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Secara visual, kondisi cuaca di sekitar Gunung Semeru terpantau berawan dan gelap. Akses menuju Jembatan Gladak Perak untuk sementara ditutup. Hingga kini, dampak dan korban akibat erupsi masih dalam proses pendataan.
“Korban sementara nihil,” tambah Satriyo.(/smartbanua)
