- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Operasi Zebra Intan 2025 Digelar hingga Akhir November, Ini 7 Pelanggaran Prioritas

Banjarbaru, smartbanua.com — Polda Kalimantan Selatan resmi menggelar Operasi Zebra Intan 2025 mulai 17 hingga 30 November. Operasi ini fokus meningkatkan kedisiplinan pengendara sekaligus menekan angka kecelakaan di Banua.
Sasar 7 Pelanggaran Prioritas
Selama operasi berlangsung, polisi menargetkan tujuh jenis pelanggaran yang dinilai paling berisiko menimbulkan kecelakaan, yaitu:
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Bongkar Home Industry Miras Oplosan di Banjarmasin, Ribuan Botol Disita0
- Rapimprov Kadin Kalsel 2025 Resmi Dibuka: Bahas Penguatan Ekonomi Daerah, Launching Aplikasi Lokerspace dan Rencana Pembangunan Kantor Baru0
- Kesiapan Bahan Pokok Jelang Nataru dan Tahun Baru 2025, Staf Ahli Miftahul Chair Sebut Inflasi Kalsel 3,11%0
- Wasaka Membawa Kemenangan Barito Putera 1-0 Atas Deltras FC0
- NPCI Banjarmasin Kirim 103 Atlet pada Peparprov V Kalsel 2025, Targetkan Juara Umum0
-
Menggunakan handphone saat berkendara
-
Pengendara di bawah umur
-
Boncengan lebih dari satu orang
-
Tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman
-
Berkendara di bawah pengaruh alkohol
-
Melawan arus
-
Melebihi batas kecepatan
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol M. Fahri Siregar, menegaskan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut menjadi fokus utama lantaran paling sering menyebabkan insiden fatal di jalan raya.
95 Persen Penindakan Gunakan ETLE
Penilangan pada Operasi Zebra tahun ini didominasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sekitar 95 persen penindakan dilakukan dengan ETLE statis maupun mobile, sementara 5 persen sisanya melalui tilang manual untuk pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis. Namun jika pelanggaran berpotensi menyebabkan kecelakaan, tindakan tegas tetap kami ambil,” ujar Fahri.
503 Personel Diterjunkan
Sebanyak 503 personel Polda Kalsel diterjunkan di seluruh wilayah operasi. Pola pelaksanaan terbagi dalam:
-
40% preemtif (imbauan dan sosialisasi)
-
40% preventif (pengaturan dan penjagaan)
-
20% represif (penindakan pelanggaran)
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kelengkapan kendaraan dan identitas diri sebelum bepergian.
Data Tahun Lalu: 35 Kecelakaan, 11 Meninggal
Pada Operasi Zebra Intan 2024, tercatat 35 kasus kecelakaan, dengan 11 orang meninggal dunia, 7 luka berat, dan 33 luka ringan. Kerugian materiil bahkan mencapai sekitar Rp71,5 juta.
Untuk penindakan, ETLE statis mencatat 164 perkara, ETLE mobile 96 perkara, tilang manual 1.099 perkara, serta 3.390 teguran.
Ajak Masyarakat Lebih Disiplin
Polda Kalsel berharap Operasi Zebra Intan 2025 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
“Keselamatan bukan soal takut ditilang, tetapi bagaimana kita menjaga diri dan orang lain di jalan raya,” tegas Fahri. (/smartbanua)
