- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
BPBD Banjarbaru Catat 49 Karhutla Hanguskan 200 Hektare

Banjarbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 49 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Januari hingga pertengahan Juli 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 2006 hektare.
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mengatakan intensitas karhutla mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau. Sejumlah wilayah menjadi perhatian khusus, terutama kawasan yang memiliki vegetasi lahan gambut.
Baca Lainnya :
- Tugu Pal 0 Kilometer Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Siapkan Nobar Final Piala Dunia0
- Pemprov Kalsel Segera Implementasikan Manajemen Talenta ASN, H. Muhidin: Tingkatkan Kualitas Birokrasi0
- Sekdaprov Syarifuddin Resmi Dilantik sebagai Ketua KORMI Kalsel 2026–2031, Gubernur H. Muhidin Dorong Budaya Olahraga Masyarakat0
- Menhaj Resmikan Fasilitas Peningkatan Pelayanan Asrama Haji Kelas I Banjarmasin0
- Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I 2026; Gubernur Kalsel Tekankan Implementasi Inovasi dan Peningkatan Disiplin 0
"Jadi terkait dengan karhutla dari Januari sampai sekarang itu sudah terjadi 49 kali. Terhitung dari Januari sampai sekarang sudah 200,6 hektare lahan yang terbakar di Kota Banjarbaru," ujar Zaini, Kamis.
Menurutnya, Kecamatan Cempaka menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi di Kota Banjarbaru. Karena itu, BPBD memfokuskan upaya pencegahan dan penanganan di kawasan tersebut agar kebakaran tidak meluas.
Selain Cempaka, BPBD juga meningkatkan pengawasan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Penanganan di area strategis tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap aktivitas penerbangan.
Zaini menjelaskan, penyebab kebakaran lahan dipengaruhi oleh kombinasi faktor cuaca dan aktivitas manusia. Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan membuat lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Di sisi lain, masih ditemukan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Penyebabnya memang karena cuaca panas, kemudian juga karena masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara dibakar," katanya.
BPBD Banjarbaru terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. Selain membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat, tindakan tersebut juga melanggar aturan yang berlaku.
Zaini menegaskan, larangan pembakaran lahan telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarbaru serta berbagai ketentuan hukum lainnya. Masyarakat diminta ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
Dengan meningkatnya potensi kebakaran pada puncak musim kemarau, BPBD Banjarbaru mengharapkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga wilayah Banjarbaru dari ancaman karhutla.
