- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Wagub Hasnuryadi Hadiri Haul Jama Wali Lima di Martapura, Teladani Semangat Ilmu dan Pengabdian Para Ulama



Martapura – Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri peringatan Haul Jama Wali Lima yang diselenggarakan oleh keluarga besar Tuan Guru K.H. Abdurrahman bin H. Zainuddin Al-Banjari di Kubah Wali Lima, Tunggulirang Seberang, Murung Kenanga, Martapura, Senin (1/9/2025) pagi.
Baca Lainnya :
- Gubernur H. Muhidin Bersilaturahmi dan Doa Bersama Alim Ulama, Bersyukur Banua Aman dan Terkendali0
- Gubernur H. Muhidin Buka Latihan Kader HMI, Siapkan Generasi Muda Calon Pemimpin Bangsa0
- TP PKK Kalsel Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Menyatukan Hati, Merajut Silaturrahmi, Merangkul Semua0
- Wakil Gubernur Kalsel Hadiri Haul ke-19 KH. Abdussyukur bin Badrun, Ulama Teladan Martapura0
- Penandatanganan Komitmen Bersama; Kepala BKN dan Gubernur, Bupati/Walikota se-Kalsel Terapkan Manajemen Talenta0
Peringatan haul yang khidmat ini menjadi momen penting bagi ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah untuk mengenang dan mendoakan para ulama besar yang telah berjasa dalam syiar Islam dan pendidikan agama di Bumi Lambung Mangkurat.
Adapun Wali Lima yang dihauli dalam peringatan ini adalah Tuan Guru K.H. Abdurrahman bin H. Zainuddin pada haul ke-83, Tuan Mufti K.H. Ahmad Zaini bin K.H. Abdurrahman pada haul ke-62, Tuan Qodhi K.H. Husein Qodri bin K.H. Ahmad Zaini pada haul ke-60, Tuan Guru K.H. Badruddin bin K.H. Ahmad Zaini pada haul ke-34, Tuan Guru K.H. Muhammad Rosyad bin K.H. Ahmad Zaini pada haul ke-26, serta Tuan Guru K.H. Muhammad bin K.H. Badruddin pada haul ke-29.
Kelima ulama yang dikenal sebagai Wali Lima merupakan keturunan dan penerus keilmuan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, atau yang juga dikenal sebagai Datu Kelampayan, ulama besar di Kalsel.
Mereka tidak hanya mewarisi nasab keluarga, tetapi juga sanad ilmu dan tradisi dakwah yang telah dirintis Syekh Arsyad sejak abad ke-18.
Sebagai Mufti, Qadhi, dan pengasuh pesantren, Wali Lima melanjutkan pendidikan agama, membimbing masyarakat, serta menjaga tradisi keilmuan Banjar agar tetap hidup dan relevan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan keagamaan seperti peringatan haul, yang dinilainya memiliki makna mendalam dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalsel, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya haul ini. Ini adalah bentuk kebaikan yang luar biasa, karena kita mengingat jasa-jasa para ulama serta mengambil keteladanan dari kehidupan mereka." Tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman mengajak masyarakat menjadikan haul ini bukan sekadar acara rutin, tetapi sebagai momen untuk memperkuat iman, takwa, dan kecintaan pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Mari jadikan haul ini sebagai pengingat bahwa kehadiran kita harus membawa manfaat. Teladani semangat ilmu dan pengabdian para ulama dalam mendidik, memperkuat pendidikan agama, dan kegiatan sosial yang bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Kalsel merupakan wilayah yang dianugerahi oleh Allah dengan banyaknya ulama pewaris Nabi. Menurutnya, keberadaan para ulama di bumi Banua ini adalah tanda keberkahan yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat.
“Kalsel adalah tanah yang diberkahi. Ulama bertebaran di sini. Ini bukan hal biasa, tapi karunia besar dari Allah yang wajib kita jaga dan rawat bersama,” ujar Habib Jindan.
Lebih lanjut, Habib Jindan menekankan bahwa mencintai ulama adalah bagian dari mencintai Rasulullah SAW. Karena itu, menghadiri majelis-majelis ilmu dan haul para alim merupakan bentuk cinta kepada Allah, Nabi Muhammad SAW, serta para rasul dan pewarisnya.
“Kecintaan kita kepada Allah, kepada Rasulullah SAW, dan para nabi, tidak cukup hanya dalam lisan, tapi harus dibuktikan dengan sikap. Salah satunya, dengan menghormati ulama, menghadiri majelis ilmu, dan meneladani akhlak mereka,” lanjutnya.
Di akhir tausiahnya, Habib Jindan mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak salawat, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, dan mempererat silaturahmi antarumat Islam, sebagai bentuk nyata cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Rangkaian haul diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi, ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dzikir, tahlil dan doa serta manaqib yang dibacakan oleh KH Hasanuddin Badruddin mewakili keluarga Wali Lima.
Turut hadir perwakilan Forkopimda Kalsel, Wakil Bupati Banjar, para habaib, para ulama, tokoh masyarakat, santri dan tamu undangan lainnya. (smartbanua)
