- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka Pamor Borneo 2026; Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Investasi, Perdagangan dan Transformasi Digital
- Dit Intelkam Polda Kalsel Ajak Warga HSS Perkuat Persatuan
- Silaturahmi dengan Warga Tanjung Selor, Intelkam Polda Kalsel Bagikan Sembako
- Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogaram Sabu dan Ratusan Butir Ekstasi
- Job Fair Kalsel 2026 Sediakan 1.145 Lowongan Kerja
Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Dorong Optimalisasi Pemerintahan Digital

Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Pokja 3 Bidang Administrasi Umum, Ibnu Sina, mendorong agar implementasi pemerintahan digital di Kalsel dapat berjalan optimal dan merata hingga ke seluruh wilayah.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Podcast Ngonten Aja! di Kantor Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Selasa (9/9/2025).
Menurut Ibnu, pemerintahan digital sangat penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan transparan.
Baca Lainnya :
- Bunda PAUD Kalsel Hj. Fathul Jannah Kukuhkan Hj. Erna Lisa Halaby Bunda PAUD Banjarbaru Periode 2025-20300
- Sekdaprov Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammas SAW dan Doa Bersama Forkopimda di Markas Polda Kalsel0
- Bina 40 Peserta PKP Angkatan 7, BPSDMD Kalsel Ingin Wujudkan Reformasi Birokrasi0
- Gubernur H Muhidin Bersama Guru Bakhie Berbaur dengan Jamaah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Bustanul Muhibbin Alalak Batola0
- Al Fata Martapura Barat Sabet Juara I Lomba Sinoman Hadrah, Bukti Regenerasi Seni Banjar Hidup0
“Pemerintahan digital bukan hanya memindahkan berkas kertas menjadi digital, tetapi juga mengubah pola pikir dan perilaku birokrasi agar lebih responsif dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ibnu turut memaparkan hasil Survei Pemerintahan Digital di Indonesia, yang menunjukkan bahwa implementasi pemerintahan digital di Pulau Kalimantan sudah mencapai angka di atas 70 persen.
“Dari total tersebut, posisi Kalsel berada di tengah-tengah. Karena itu, saya mendorong agar pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan penyedia layanan internet agar digitalisasi merata, khususnya di daerah pulau seperti Kotabaru dan wilayah yang akses daratnya masih sulit,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ibnu mengungkapkan bahwa Tim Tenaga Ahli Gubernur Pokja 3 telah menyusun sejumlah rekomendasi untuk memperkuat penerapan pemerintahan digital di Kalsel.
“Salah satu rekomendasi kami adalah memaksimalkan penggunaan akun media sosial resmi OPD lingkup Pemprov Kalsel, termasuk akun resmi Gubernur dan Wakil Gubernur, agar masyarakat mengetahui program dan kinerja pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap seluruh layanan digital di lingkungan Pemprov Kalsel dapat terintegrasi sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat.
“Ke depan kita harapkan adanya super apps, dimana semua layanan digital terintegrasi di dalamnya. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh aplikasi berbeda atau log in ulang ketika ingin mengakses berbagai layanan,” pungkasnya. (smart banua)
