- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Sopir Truk Datangi Kantor Gubernur Menjerit Solar Sulit Didapat

Banjarbaru - Ribuan sopir dengan ratusan truk menggeruduk Kawasan Kantor Gubernur Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, Rabu 13 Mei.
Mereka juga membentangkan spanduk bernada protes, para pengemudi menyuarakan sulitnya mengakses subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Terima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Musik Panting0
- Segarkan Organisasi Gubernur Muhidin Kembali Lantik Ratusan Pejabat 0
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bunbu0
- Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan untuk Petani Jagung0
- Gubernur Kalsel Bakal Evaluasi Kembali Kinerja Pejabat hingga Eselon IV0
Dalam orasinya, para sopir meminta Pemerintah bersama aparat dan Pertamina agar bekerja melihat kondisi buruknya penyelewengan solar di lapangan. Termasuk soal preman SPBU yang diduga dilindungi oleh aparat.
"Kami ingin para pemimpin bekerja. Tindak yang membuat solar sulit didapat sopir," kata Aliansyah kordinator orasi.
Sementara Udin, Sopir Truck asal Banjarbaru mengaku kerap mengisi subsidi BBM di salah satu SPBU di Banjarbaru. Saat mengantre di SPBU itu, ia sulit untuk mendapatkan subsidi BBM jenis biosolar, apalagi jika membeli di eceran harganya mencapai Rp20 ribu per liter.
“Antri lama sampai berhari-hari, belum lagi dipungut duit oleh preman ,” ucapnya.
Massa yang tergabung dalam kelompok sopir truck menyampaikan aspirasinya di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M Syarifuddin yang didampingi pejabat teras Pemprov Kalsel. Pihak Polda Kalsel, Korem, Pertamina dan instansi terkait.
"Kami akan tindaklanjuti aspirasi para sopir ini. Segera kami bentuk satgas untuk masalah ini,' katanya. (/smartbanua)
