- Sekdaprov Kalsel Buka Rakor Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Banjar
- Sopir Truk Datangi Kantor Gubernur Menjerit Solar Sulit Didapat
- Pemprov Kalsel Terima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Musik Panting
- Segarkan Organisasi Gubernur Muhidin Kembali Lantik Ratusan Pejabat
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bunbu
- Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan untuk Petani Jagung
- Gubernur Kalsel Bakal Evaluasi Kembali Kinerja Pejabat hingga Eselon IV
- Kolaborasi Dispora dan DLH Kalsel Libatkan Pemuda Jadi Agen Lingkungan
- Terima Reses Komisi XI DPR RI, Gubernur H. Muhidin Sampaikan Keberhasilan Pemprov Kalsel atas Kinerja Tinggi dan Penurunan Stunting serta Kemiskinan
- Polisi Ringkus Guru Silat Cabul di Banjarmasin
Sopir Truk Datangi Kantor Gubernur Menjerit Solar Sulit Didapat

Banjarbaru - Ribuan sopir dengan ratusan truk menggeruduk Kawasan Kantor Gubernur Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, Rabu 13 Mei.
Mereka juga membentangkan spanduk bernada protes, para pengemudi menyuarakan sulitnya mengakses subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Terima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Musik Panting0
- Segarkan Organisasi Gubernur Muhidin Kembali Lantik Ratusan Pejabat 0
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bunbu0
- Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan untuk Petani Jagung0
- Gubernur Kalsel Bakal Evaluasi Kembali Kinerja Pejabat hingga Eselon IV0
Dalam orasinya, para sopir meminta Pemerintah bersama aparat dan Pertamina agar bekerja melihat kondisi buruknya penyelewengan solar di lapangan. Termasuk soal preman SPBU yang diduga dilindungi oleh aparat.
"Kami ingin para pemimpin bekerja. Tindak yang membuat solar sulit didapat sopir," kata Aliansyah kordinator orasi.
Sementara Udin, Sopir Truck asal Banjarbaru mengaku kerap mengisi subsidi BBM di salah satu SPBU di Banjarbaru. Saat mengantre di SPBU itu, ia sulit untuk mendapatkan subsidi BBM jenis biosolar, apalagi jika membeli di eceran harganya mencapai Rp20 ribu per liter.
“Antri lama sampai berhari-hari, belum lagi dipungut duit oleh preman ,” ucapnya.
Massa yang tergabung dalam kelompok sopir truck menyampaikan aspirasinya di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M Syarifuddin yang didampingi pejabat teras Pemprov Kalsel. Pihak Polda Kalsel, Korem, Pertamina dan instansi terkait.
"Kami akan tindaklanjuti aspirasi para sopir ini. Segera kami bentuk satgas untuk masalah ini,' katanya. (/smartbanua)
