- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka Pamor Borneo 2026; Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Investasi, Perdagangan dan Transformasi Digital
- Dit Intelkam Polda Kalsel Ajak Warga HSS Perkuat Persatuan
- Silaturahmi dengan Warga Tanjung Selor, Intelkam Polda Kalsel Bagikan Sembako
- Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogaram Sabu dan Ratusan Butir Ekstasi
- Job Fair Kalsel 2026 Sediakan 1.145 Lowongan Kerja
Al Fata Martapura Barat Sabet Juara I Lomba Sinoman Hadrah, Bukti Regenerasi Seni Banjar Hidup

BANJARMASIN – Kelompok Kesenian Sinoman Hadrah Al‑Fata dari Desa Sungai Batang Ilir, Martapura Barat, Kabupaten Banjar, keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Sinoman Hadrah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya di Banjarmasin, Sabtu (6/9/2025).
Baca Lainnya :
- Tiga Jasad Korban Heli Jatuh di Kalsel Berhasil Diidentifikasi Mereka WNA0
- Drone UAV-VTOL Dit Samapta Polda Kalsel Jatuh Saat Bantu Pencarian Helikopter Hilang di Mantewe Tanah Bumbu0
- Kotak Hitam Heli Jatuh di Kalsel Diserahkan ke pihak KNKT0
- Basarnas Resmi Tutup OPS SAR Heli di Kalsel0
- Polda Kalsel Ungkap Penyelewengan 11,5 Ton Pupuk Subsidi di Tanah Laut0
Al‑Fata berhasil meraih skor 1.350 poin, mengungguli Grup Surya Abadi di posisi kedua dengan 1.335 poin, serta Grup Al‑Ihsan di urutan ketiga dengan 1.295 poin.
Ketiga pemenang dijadwalkan tampil kembali pada penyambutan tamu Temu Karya Taman Budaya se‑Indonesia di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarbaru pada 14 September mendatang.
Perwakilan Al‑Fata, Ahmad Rizal, mengaku kemenangan ini merupakan hasil kerja keras dan persiapan matang.
“Persiapan kami berlangsung sekitar dua minggu. Bahkan seminggu terakhir, kami berlatih setiap malam agar hasilnya maksimal. Alhamdulillah, usaha itu terbayarkan. Dari awal, target kami memang juara pertama,” ujar Rizal. (Lentera Kalimantan)
Sejak berdiri pada 2014, Grup Al‑Fata dikenal konsisten mengikuti berbagai lomba seni daerah dan kerap menorehkan prestasi. Mereka tidak hanya menjaga kualitas penampilan, tetapi juga membangun regenerasi melalui pelatihan anak‑anak di lingkungan sekitar.
“Setiap tahun selalu ada generasi baru yang kami latih agar kesenian ini tetap hidup dan lestari,” tambah Rizal. (Lentera Kalimantan)
Sinoman hadrah merupakan kesenian khas Banjar yang memadukan musik rebana, tarian, dan syair Islami. Tradisi ini biasanya hadir pada acara keagamaan, pernikahan, hingga penyambutan tamu kehormatan. Sebagai bagian dari akulturasi budaya Islam dan Melayu, kesenian ini tak hanya bernilai hiburan, tetapi juga sarat pesan religius. (smartbanua)
