- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Tiga Jasad Korban Heli Jatuh di Kalsel Berhasil Diidentifikasi Mereka WNA


Banjarmasin : Tim DVI Polda Kalsel memberikan informasi terkait hasil identifikasi korban jatuhnya helikopter di Kalsel, Sabtu (6/9/2025) malam.
Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes M El Yandiko mengatakan, sudah ada tiga jasad korban yang berhasil dilakukan identifikasi, ketiganya merupakan warga negara asing.
Baca Lainnya :
- Drone UAV-VTOL Dit Samapta Polda Kalsel Jatuh Saat Bantu Pencarian Helikopter Hilang di Mantewe Tanah Bumbu0
- Kotak Hitam Heli Jatuh di Kalsel Diserahkan ke pihak KNKT0
- Basarnas Resmi Tutup OPS SAR Heli di Kalsel0
- Polda Kalsel Ungkap Penyelewengan 11,5 Ton Pupuk Subsidi di Tanah Laut0
- Gubernur H. Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Resmikan Masjid Jami Nurusyarie dan Masjid Besar Al Ikhlash Assyarrie di Tanah Laut0
"Sudah tiga yang berhasil diidentifikasi dari delapan orang korban, ketiganya warga negara asing," katanya.
Dia merincikan dapun tiga jenazah itu berinisial MW (68), CPW (67) dan SKP (56) yang berasal dari Australia, India dan Brazil.
Identitas ketiga jasad bisa terungkap usai dilakukan proses data post mortem, kemudian dikomparasi dengan data ante mortem korban ketika masih hidup, seperti sidik jari, hingga catatan rekam medis.
"Diidentifikasi dari gigi, karena perlu diketahui gigi ini termasuk bagian tubuh yang cukup tahan panas," ujarnya.
"Jasad yang sudah teridentifikasi, bagi keluarga korban silahkan jika mau dibawa pulang besok," jelasnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, mengungkapkan, saat ini Polda Kalsel terus berupaya agar seluruh jenazah bisa terindentifikasi.
"Mohon doanya, agar seluruh jasad bisa teridentifikasi secepatnya, Tim sedang bekerja," tambahnya. (smartbanua)
