- Jelang Lebaran, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan Komoditas di Pelabuhan Trisakti
- Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke 6 Digelar Khidmat di Banjarmasin
- Jasa Raharja Kalsel Perkuat Sinergi, Dukung Mudik Aman 2026
- 2.189 Personel Amankan Lebaran di Kalsel
- Polda Kalsel Lepas 617 Peserta Mudik Gratis, Antusias Meningkat
- Polda Kalsel dan Bulog Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Terbantu
- Puisi sebagai Ruang Membaca Realitas: Buku Pesiar Tanpa Berlayar Dibedah di Kampung Buku Banjarmasin
- Gubernur H. Muhidin Berbuka Puasa Bersama Ketua DPRD Kalsel; Keberhasilan Pembangunan Sinergi Kuat Pemerintah, Legislatif dan Masyarakat
- Kantor Gubernur Kalsel dan Gedung Idham Chalid Resmi Kantongi PBG dan SLF dari Pemkot Banjarbaru
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Mahligai Pancasila, Penyegaran Birokrasi di Bulan Ramadan
Ratusan Sekolah di Kabupaten Banjar Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Tatap Muka Dihentikan Sementara

Banjar – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung pada dunia pendidikan. Ratusan bangunan sekolah dilaporkan terendam banjir, memaksa kegiatan belajar mengajar tatap muka terhenti sementara.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar per Minggu, 4 Januari 2026, tercatat 210 satuan pendidikan terdampak banjir akibat luapan air di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah mengambil langkah darurat demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Hadiri Pengantar Tugas Pejabat Polda Kalsel dan Purna Tugas Kabinda & Kepala BNNP0
- Tinjau Banjir Sungai Tabuk Mensos Siapkan Bantuan Korban0
- Banjir Kabupaten Banjar: Desa Pasar Jati Astambul Terdampak Parah, Air Bersih Jadi Masalah Utama0
- Kapolda Kalsel Minta Wisatawan Waspada Saat Berwisata 0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar0
Ratusan sekolah terdampak tersebut terdiri dari:
116 Sekolah Dasar (SD)
20 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM
Sebagian sekolah hanya tergenang di area halaman, namun sebagian lainnya mengalami kerusakan lebih berat karena air sudah memasuki ruang kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, mengatakan bahwa dari total sekolah terdampak, 41 sekolah mengalami genangan di halaman, sedangkan 169 sekolah terendam hingga ke dalam ruang kelas, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Menghadapi kondisi tersebut, Disdik Banjar mengambil kebijakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas belajar di sekolah yang terdampak banjir dan menarik siswa dari lingkungan sekolah.
“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama kami. Untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Liana Penny.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Kepala Disdik Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026. Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta melaksanakan pembelajaran secara fleksibel baik secara daring maupun luring sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Disdik Banjar juga mengimbau pihak sekolah agar terus memantau kondisi peserta didik dan memastikan sarana prasarana sekolah tetap aman selama banjir berlangsung. Pihaknya berharap, banjir segera surut agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, koordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan, dan desa juga terus dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah serta mempercepat proses pembersihan pascabanjir.
Banjir di Kabupaten Banjar ini tidak hanya berdampak pada fasilitas pendidikan, tetapi juga pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah, tetap menjadi prioritas utama hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. (/smartbanua)
