- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok
- Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
- Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
- Capai Impresif 2025, Gubernur H. Muhidin Optimis Kalsel Menarik Banyak Investor di Tahun 2026
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima Penghargaan Atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kinerja Tinggi
Ratusan Sekolah di Kabupaten Banjar Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Tatap Muka Dihentikan Sementara

Banjar – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung pada dunia pendidikan. Ratusan bangunan sekolah dilaporkan terendam banjir, memaksa kegiatan belajar mengajar tatap muka terhenti sementara.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar per Minggu, 4 Januari 2026, tercatat 210 satuan pendidikan terdampak banjir akibat luapan air di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah mengambil langkah darurat demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Hadiri Pengantar Tugas Pejabat Polda Kalsel dan Purna Tugas Kabinda & Kepala BNNP0
- Tinjau Banjir Sungai Tabuk Mensos Siapkan Bantuan Korban0
- Banjir Kabupaten Banjar: Desa Pasar Jati Astambul Terdampak Parah, Air Bersih Jadi Masalah Utama0
- Kapolda Kalsel Minta Wisatawan Waspada Saat Berwisata 0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar0
Ratusan sekolah terdampak tersebut terdiri dari:
116 Sekolah Dasar (SD)
20 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM
Sebagian sekolah hanya tergenang di area halaman, namun sebagian lainnya mengalami kerusakan lebih berat karena air sudah memasuki ruang kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, mengatakan bahwa dari total sekolah terdampak, 41 sekolah mengalami genangan di halaman, sedangkan 169 sekolah terendam hingga ke dalam ruang kelas, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Menghadapi kondisi tersebut, Disdik Banjar mengambil kebijakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas belajar di sekolah yang terdampak banjir dan menarik siswa dari lingkungan sekolah.
“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama kami. Untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Liana Penny.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Kepala Disdik Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026. Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta melaksanakan pembelajaran secara fleksibel baik secara daring maupun luring sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Disdik Banjar juga mengimbau pihak sekolah agar terus memantau kondisi peserta didik dan memastikan sarana prasarana sekolah tetap aman selama banjir berlangsung. Pihaknya berharap, banjir segera surut agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, koordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan, dan desa juga terus dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah serta mempercepat proses pembersihan pascabanjir.
Banjir di Kabupaten Banjar ini tidak hanya berdampak pada fasilitas pendidikan, tetapi juga pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah, tetap menjadi prioritas utama hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. (/smartbanua)
