- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Banjir Kabupaten Banjar: Desa Pasar Jati Astambul Terdampak Parah, Air Bersih Jadi Masalah Utama

Keterangan Gambar : Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Banjar: Banjir yang masih menggenangi Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memasuki hari keenam dan mulai memicu krisis air bersih bagi warga terdampak. Meski debit air berangsur surut, genangan yang bertahan lama membuat sumber air warga tidak dapat digunakan secara normal.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pasar Jati, sedikitnya 760 rumah dan 790 Kepala Keluarga (KK) di RT 1 hingga RT 8 terdampak banjir. Wilayah terparah berada di sepanjang bantaran Sungai Batakura, di mana genangan air masih bertahan di permukiman warga.
Pembakal Desa Pasar Jati, Quzwini, mengungkapkan bahwa keluhan utama warga saat ini bukan hanya akses jalan yang terputus, tetapi juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Baca Lainnya :
- Kapolda Kalsel Minta Wisatawan Waspada Saat Berwisata 0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Tinjau Langsung Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar0
- Jasad Penumpang KM Rucitra yang Diduga Menceburkan Diri Ditemukan di Pantai Batakan0
- Rakor Akhir Tahun, Gubernur Kalsel Evaluasi Realisasi APBD 20250
- Gubernur Kalsel Muhidin Minta Kades Tanggap Dengan Bencana0
“Air memang mulai turun, tapi kebutuhan air bersih warga sekarang jadi perhatian utama kami,” ujar Quzwini saat mendampingi kunjungan Bupati Banjar.
Sebagai langkah darurat, pemerintah desa telah memaksimalkan operasional unit tangki air desa dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar untuk suplai tambahan air bersih.
Distribusi air difokuskan ke wilayah yang akses jalannya terputus, khususnya di RT 7, yang menjadi perbatasan Desa Pasar Jati dan Desa Jati Baru.
Meski menghadapi keterbatasan, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing dengan membuat panggung darurat. Pemerintah desa juga terus memantau kondisi kesehatan warga guna mengantisipasi penyakit akibat keterbatasan air bersih.
“Kami terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga, terutama air bersih, tetap terpenuhi selama banjir belum sepenuhnya surut,” ucap Quzwini.
