- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Penghunian Hotel Bintang Kalsel Turun Akhir 2025

Banjarmasin - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalimantan Selatan mengalami penurunan pada Desember 2025, menandai melemahnya kinerja perhotelan di akhir tahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat, TPK hotel bintang Desember 2025 hanya mencapai 59,80 persen, turun 0,96 poin dibandingkan November 2025 yang berada di angka 60,75 persen.
Baca Lainnya :
- Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Banjarmasin Selatan0
- Gubernur H. Muhidin Hadiri Sosialisasi Kemendagri, Pemprov Kalsel Dukung Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran dan Transparan0
- Wakili Gubernur H Muhidin, Sekdaprov Kalsel Ikuti Ibadah Malam Nisfu Syaban 1447 H di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin0
- Gubernur H. Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Ikuti Rakornas Kemendagri 2026, Siap Jalankan Arahan Presiden Menuju Indonesia Emas 20450
- ETLE Jadi Andalan Pantau Pelanggar Penguna Jalan0
Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, mengatakan penurunan ini juga terlihat signifikan secara tahunan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, TPK Desember 2025 turun 4,92 poin dari Desember 2024 yang mencapai 64,72 persen (year on year).
“Ini menunjukkan tingkat hunian hotel bintang di Kalsel belum sepenuhnya pulih, khususnya di akhir tahun,” ujar Mukhanif di Banjarbaru, Selasa 3 Januari 2026.
Berdasarkan klasifikasi, hotel bintang 4 masih mencatat TPK tertinggi sebesar 65,03 persen, namun tetap belum mampu menahan tren penurunan secara umum. Sementara itu, hotel bintang 1 menjadi yang terendah dengan TPK hanya 42,13 persen, mencerminkan rendahnya okupansi pada segmen hotel ekonomi.
Tak hanya hunian, Rata-Rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang juga mengalami pelemahan. Pada Desember 2025, RLM tercatat 1,42 malam, turun 0,16 poin dibandingkan November 2025 yang mencapai 1,58 malam.
Jika Dilihat per klasifikasi, hotel bintang 3 mencatat RLM tertinggi selama 1,50 malam, sedangkan hotel bintang 2 terendah dengan 1,12 malam, menandakan durasi tinggal tamu yang relatif singkat.
Penurunan juga terjadi pada hotel nonbintang. Pada Desember 2025, RLM tertinggi hanya 1,09 malam pada kelompok kamar kurang dari 10, sementara kelompok kamar 10–24 hanya 1,03 malam.
Meski sektor perhotelan melemah, BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Kalimantan Selatan justru meningkat sepanjang Januari–Desember 2025, mencapai 20,53 juta perjalanan.
Namun peningkatan mobilitas tersebut belum sepenuhnya berdampak pada tingkat hunian dan lama menginap hotel.
“Puncak perjalanan wisnus terjadi pada April 2025, namun pada akhir tahun tidak cukup kuat mendorong kinerja hotel,” jelas Mukhanif.
Kabupaten Banjar tercatat sebagai daerah asal perjalanan wisnus tertinggi selama 2025, namun tantangan sektor perhotelan masih terlihat dari turunnya hunian dan durasi menginap di Desember 2025. (/smartbanua)
