- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Pemprov Kalsel Pantau Hisab Rukyat di Banjarmasin, 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026


Banjarmasin, smartbanua.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, memantau langsung kegiatan hisab rukyat penentuan awal Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) bertepatan 29 Syaban 1447 H.
Pemantauan dilakukan bersama Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Tambrin dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurrazi.
Baca Lainnya :
- Pantauan Hilal di Banjarmasin Tak Nampak0
- Selama Ramadan Jam Sekolah di Kalsel Berubah0
- Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah0
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional0
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi0
Rukyat hilal dilaksanakan di rooftop lantai 13 Rumah Sakit Amanah Medical Center (RS AMC) Banjarmasin, Jalan MT Haryono, Kertak Baru Ilir, pada koordinat -3° 19' 30" Lintang Selatan dan 114° 35' 15" Bujur Timur.
Berdasarkan hasil pemantauan di titik tersebut, matahari terbenam pukul 18.42 Wita, sedangkan bulan terbenam pukul 18.37 Wita. Tinggi bulan hakiki tercatat -1°09′11″ (di bawah ufuk), sementara tinggi bulan mar’i berada pada -1°06′14″.
Kepala Kemenag Kalsel H. Muhammad Tambrin menjelaskan, mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat untuk penentuan awal Ramadhan, maka secara teori 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 19 Februari 2026.
“Potensi perbedaan penentuan awal Ramadhan sudah jelas. Tapi saya mengingatkan, suasana kondusif dan damai yang perlu kita jaga,” ujar Tambrin.
Di Kalimantan Selatan, pemantauan rukyat hilal dilaksanakan di tujuh titik, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin, Tanah Laut, Kotabaru, Balangan, serta Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menegaskan pentingnya sikap saling menghormati dalam menyikapi kemungkinan perbedaan penetapan awal Ramadhan, demi menjaga kelancaran dan ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
Pada kesempatan tersebut, Syarifuddin juga menyampaikan pesan Gubernur H. Muhidin kepada masyarakat Muslim di Banua agar menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keikhlasan, dan semangat tinggi dalam beribadah.
Ramadhan disebut sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan Allah SWT, sekaligus momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhhuah wathaniyah. Nilai-nilai kesetaraan, empati, dan kepedulian sosial yang diajarkan selama Ramadhan diharapkan semakin memperkuat persatuan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, hadir untuk memfasilitasi dan memastikan proses penentuan awal Ramadhan berjalan tertib, ilmiah, serta berlandaskan kaidah yang disepakati para ulama.
Gubernur pun berharap Ramadhan tahun ini membawa kedamaian dan kebaikan bagi masyarakat Muslim di Kalimantan Selatan serta menjadikan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa sebagai pribadi yang semakin bertakwa. Ia juga mendoakan agar masyarakat Banua senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar. (/smartbanua)
