- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah

Banjarmasin - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah sebagai respons atas munculnya kasus Virus Nipah di negara tetangga. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi masuknya virus berbahaya tersebut ke daerah yang selama ini menjadi jalur strategis ekspor-impor.
Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, di Banjarmasin, Kamis, menegaskan penguatan pengawasan dilakukan atas arahan pemerintah pusat menyusul laporan kasus di luar negeri. Jalur kedatangan internasional menjadi titik fokus utama.
“Negara tetangga sudah ada yang melaporkan kasus, sehingga kami diminta memperketat pengawasan di pintu masuk dari luar ke Indonesia,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional0
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi0
- Pemprov Pemerintah Provinsi Kalsel Tegaskan Trantibumlinmas Fondasi Stabilitas Daerah, Perkuat Peran Satpol PP0
- Dipimpin Figur Berpengalaman, AGNIA Perkuat Konsolidasi Guru Ngaji Nasional0
- Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ajak Perempuan Perkuat Iman Sambut Ramadhan0
Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Kalimantan Selatan dan situasi masih terkendali. Meski demikian, kewaspadaan tidak boleh longgar.
Pengawasan difokuskan di pelabuhan dan titik kedatangan lainnya melalui pemantauan suhu tubuh serta pemeriksaan kondisi kesehatan penumpang. Koordinasi juga diperkuat bersama otoritas karantina dan instansi terkait untuk memastikan prosedur berjalan optimal.
Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan reservoir utama kelelawar. Penularan dapat terjadi melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi atau melalui hewan ternak seperti babi.
Diauddin mengingatkan, potensi bahaya meningkat apabila terjadi penularan antar-manusia secara berantai. Namun hingga kini, pola penularan dari manusia ke manusia masih terbatas sehingga kasus di negara asal masih dapat dikendalikan.
“Gejalanya mirip penyakit pernapasan lain seperti COVID-19, yakni demam, batuk, dan pilek. Karena itu deteksi dini dan kewaspadaan menjadi kunci,” katanya.
Dinkes Kalsel menegaskan langkah pengawasan ini sebagai upaya pencegahan, bukan karena sudah ada kasus di daerah. Pemerintah daerah memastikan situasi tetap aman, namun pengawasan di pintu masuk diperketat guna menutup celah masuknya Virus Nipah dari luar negeri.(/smartbanua)
