- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Pantauan Hilal di Banjarmasin Tak Nampak

Banjarmasin - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pemantauan hilal atau hisab rukyat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan pemantauan dilaksanakan di puncak Gedung RS Amanah Banjarmasin, Selasa (17/2/2026). Proses rukyat dimulai sekitar pukul 18.00 Wita hingga matahari terbenam.
Baca Lainnya :
- Selama Ramadan Jam Sekolah di Kalsel Berubah0
- Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah0
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional0
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi0
- Pemprov Pemerintah Provinsi Kalsel Tegaskan Trantibumlinmas Fondasi Stabilitas Daerah, Perkuat Peran Satpol PP0
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Kalsel turut mengundang sejumlah pihak terkait, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan, Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin, mengatakan hasil pemantauan hilal di daerah akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan astronomi, terdapat kemungkinan awal Ramadan tahun ini berpotensi berbeda, tergantung pada hasil rukyat di berbagai wilayah Indonesia.
“Namun kita tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Apapun hasilnya nanti, diharapkan masyarakat bisa menyikapinya dengan bijak dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.
Adapun Berdasarkan kriteria Imkanurrukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudur elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022. Sedangkan di Banjarmasin, posisi hilal berada pada -1 derajat, sehingga tak memenuhi kriteria untuk penetapan satu Ramadan di Kalsel.
Pantauan juga dilaksanakan di tujuh titik lainnya, yakni di HSU, HST, HSS, Tapin, Tanah Laut, dan Balangan. Tambrin menuturkan, Kalsel menjadi salah satu titik pemantauan hilal dari 94 titik yang ada di Indonesia
Pemantauan hilal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penetapan awal bulan hijriah dilakukan secara ilmiah dan sesuai ketentuan syariat, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan kepastian dan ketenangan. (/smartbanua)
