- Pemprov Kalsel Pantau Hisab Rukyat di Banjarmasin, 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
- Pantauan Hilal di Banjarmasin Tak Nampak
- Selama Ramadan Jam Sekolah di Kalsel Berubah
- Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional
- Lanal Banjarmasin Bersama TNI-Polri Bersih-bersih Sungai Martapura.
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi
- Pemprov Pemerintah Provinsi Kalsel Tegaskan Trantibumlinmas Fondasi Stabilitas Daerah, Perkuat Peran Satpol PP
- Dipimpin Figur Berpengalaman, AGNIA Perkuat Konsolidasi Guru Ngaji Nasional
- Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ajak Perempuan Perkuat Iman Sambut Ramadhan
Pantauan Hilal di Banjarmasin Tak Nampak

Banjarmasin - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pemantauan hilal atau hisab rukyat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan pemantauan dilaksanakan di puncak Gedung RS Amanah Banjarmasin, Selasa (17/2/2026). Proses rukyat dimulai sekitar pukul 18.00 Wita hingga matahari terbenam.
Baca Lainnya :
- Selama Ramadan Jam Sekolah di Kalsel Berubah0
- Dinkes Kalsel Perketat Pengawasan Cegah Virus Nipah0
- Kalsel Promosi Olahan Ikan Daerah ke Nasional0
- Polresta Banjarmasin Siapkan Penutupan Jalan Saat Haul Guru Zuhdi0
- Pemprov Pemerintah Provinsi Kalsel Tegaskan Trantibumlinmas Fondasi Stabilitas Daerah, Perkuat Peran Satpol PP0
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Kalsel turut mengundang sejumlah pihak terkait, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan, Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin, mengatakan hasil pemantauan hilal di daerah akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan astronomi, terdapat kemungkinan awal Ramadan tahun ini berpotensi berbeda, tergantung pada hasil rukyat di berbagai wilayah Indonesia.
“Namun kita tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Apapun hasilnya nanti, diharapkan masyarakat bisa menyikapinya dengan bijak dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.
Adapun Berdasarkan kriteria Imkanurrukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudur elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022. Sedangkan di Banjarmasin, posisi hilal berada pada -1 derajat, sehingga tak memenuhi kriteria untuk penetapan satu Ramadan di Kalsel.
Pantauan juga dilaksanakan di tujuh titik lainnya, yakni di HSU, HST, HSS, Tapin, Tanah Laut, dan Balangan. Tambrin menuturkan, Kalsel menjadi salah satu titik pemantauan hilal dari 94 titik yang ada di Indonesia
Pemantauan hilal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penetapan awal bulan hijriah dilakukan secara ilmiah dan sesuai ketentuan syariat, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan kepastian dan ketenangan. (/smartbanua)
