Pemprov Gelar Sarasehan dan Dialog Umat Beragama, Gubernur Kalsel, Wahana Perkuat Nilai-Nilai Toleransi

By Smart Banua 07 Agu 2025, 13:02:09 WITA, 545 Dibaca Daerah
Pemprov Gelar Sarasehan dan Dialog Umat Beragama, Gubernur Kalsel, Wahana  Perkuat Nilai-Nilai Toleransi


Banjarbaru – Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Fatkhan, secara resmi membuka Sarasehan dan Dialog Umat Beragama Tahun 2025 yang mengusung tema “Meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama”, pada kamis (7/8/2025) pagi.

Baca Lainnya :

Bertempat diruang rapat H. Maksid kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kegiatan strategis ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Kanwil Kementerian Agama Kalsel, bagian Kesra se-Kalsel, perwakilan Kemenag kabupaten/kota, akademisi, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalsel, berbagai unsur tokoh agama, perwakilan instansi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini meliputi Kepala Biro Kesra Setda Kalsel dan Kepala Badan Koordinasi Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI serta Kepala Bappeda Kalsel

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setda Kalsel, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen keagamaan yang selama ini telah menjaga harmoni dan kedamaian kehidupan umat beragama di Kalsel.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel mengucapkan terima kasih kepada pemuka agama, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, dan semua pilar umat beragama yang telah berperan aktif dalam menjalin kehidupan beragama yang rukun dan damai,” ujar Muhidin.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya forum seperti sarasehan dan dialog ini sebagai wahana memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat majemuk.

“Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari seberapa besar toleransi, kerja sama, dan saling pengertian yang tumbuh di tengah keberagaman yang kita miliki,” tegasnya.

Gubernur H. Muhidin juga mengingatkan bahwa pengalaman konflik bernuansa agama di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga agar tidak kembali terulang. Dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, ujar Muhidin, penyebaran hasutan atas nama agama menjadi tantangan serius yang harus diwaspadai bersama.

“Saatnya kita mengajak seluruh penganut agama untuk waspada dan mawas diri agar tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin merusak kerukunan yang telah terjalin dengan baik di Banua kita,” tambahnya.

Oleh karena itu, Gubernur H. Muhidin mengajak seluruh komponen bangsa — mulai dari pemerintah, tokoh agama, akademisi, media, hingga masyarakat sipil — untuk terus berkolaborasi menjaga suasana yang damai, toleran, dan inklusif.

“Semoga diskusi dan pemikiran yang berkembang dalam sarasehan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama yang harmonis di Kalimantan Selatan dan Indonesia secara umum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setda Kalsel, Fahrurazi, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai forum yang mampu menyatukan berbagai pandangan demi membangun keharmonisan hidup beragama di Banua.

“Sarasehan ini bukan hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang dialog yang sangat dibutuhkan dalam merespons dinamika keberagamaan saat ini. Kita ingin mendorong tumbuhnya pemahaman lintas agama, mencegah potensi konflik, dan mempromosikan nilai-nilai toleransi serta kebersamaan,” ujar Fahrurazi.

Fahrurazi, menambahkan bahwa tantangan di era modern seperti radikalisme, disinformasi keagamaan di media sosial, serta menurunnya kepekaan sosial antarkelompok, harus dihadapi dengan pendekatan dialogis dan kolaboratif lintas lembaga.

Ini adalah bentuk nyata dari semangat kebersamaan. Kami ingin menjadikan Kalimantan Selatan sebagai contoh provinsi yang damai, rukun, dan saling menghargai dalam keberagaman,” tutup Fahrurazi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menyusun strategi bersama memperkuat kerukunan umat beragama serta mencegah potensi konflik sosial berbasis keagamaan di masa depan. (smartbanua)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment