- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok
- Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
- Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih
- Capai Impresif 2025, Gubernur H. Muhidin Optimis Kalsel Menarik Banyak Investor di Tahun 2026
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terima Penghargaan Atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kinerja Tinggi
Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 604 Jiwa, Sumut Tertinggi

Smartbanua.com - Jumlah korban meninggal dalam bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali meningkat.
Berdasarkan pembaruan data di laman Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin) BNPB yang dipantau pada Selasa (2/12) pagi, total korban jiwa kini mencapai 604 orang.
Data tersebut merinci tiga provinsi yang terdampak paling parah yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Baca Lainnya :
- Rentetan Bencana Akhir November: Banjir dan Longsor Kepung Wilayah Sumatra0
- Komdigi Dorong Redaksi Modern Beretika di Era AI0
- Satu Abad Muhammadiyah di Kalsel: Gubernur Muhidin Hadiri Puncak Milad ke-113 di Alabio0
- BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Banjir Rob, Nelayan Diminta Waspada 22 November 20250
- Siklon Tropis FINA Menguat di Laut Arafuru, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Maluku dan NTT0
BNPB mencatat, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yaitu 283 jiwa. Menyusul kemudian Sumatera Barat sebanyak 165 jiwa, dan Aceh dengan 156 jiwa.
Selain korban meninggal, BNPB juga melaporkan angka korban hilang dan luka-luka yang masih cukup tinggi. Di Aceh, sebanyak 156 orang dilaporkan meninggal, 181 orang hilang, dan 1.800 warga mengalami luka-luka.
Di Sumatera Barat, data menunjukkan 165 orang meninggal, 114 hilang, serta 112 lainnya luka-luka. Sementara di Sumatera Utara, tercatat 283 korban jiwa, 169 orang hilang, dan 613 korban luka.
Kerusakan infrastruktur juga sangat luas. Sedikitnya 3.500 rumah mengalami kerusakan berat, 4.100 rusak sedang, dan lebih dari 20.500 rumah rusak ringan. BNPB menambahkan, sebanyak 271 jembatan rusak serta 282 fasilitas pendidikan terdampak bencana.
Pembaruan data masih berlangsung, karena proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan di berbagai titik yang masih sulit dijangkau.(/smartbanua)
