- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
- Gemar Minum Susu Akan Diperkuat di Kalsel
- Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi ULM, Seili Peragakan 18 Adegan
- Tulisan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Berubah Biru, Ini Penjelasan Pengelola
Rentetan Bencana Akhir November: Banjir dan Longsor Kepung Wilayah Sumatra

Keterangan Gambar : Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Bencana banjir yang melanda 16 kabupaten/kota di Aceh selain berdampak pada ratusan ribu warga juga merusak sejumlah badan jalan dan jembatan sehingga memutuskan akses transpotasi darat
smartbanua.com - HUJAN dengan intensitas tinggi pada akhir November 2025 memicu rangkaian banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Dalam hitungan hari ribuan rumah tergenang, puluhan ribu warga terdampak, dan korban jiwa dilaporkan di beberapa kabupaten.
Musibah dimulai ketika pola cuaca ekstrem menyebabkan hujan deras turun hampir tanpa henti di beberapa daerah sejak akhir pekan 22–23 November 2025. Di Sumatra Barat curah hujan yang tinggi memicu banjir dan longsor di banyak kabupaten seperti Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Solok. Sejumlah ruas jalan nasional sempat terputus akibat material longsor yang menimbun badan jalan, sementara arus deras sungai meluap hingga memasuki permukiman warga.
Di Aceh, banjir besar terjadi di Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Bireuen, memaksa ribuan warga mengungsi ke fasilitas umum. Di beberapa lokasi, tinggi genangan mencapai lebih dari satu meter sehingga proses evakuasi harus dilakukan menggunakan perahu karet. Listrik dan jaringan komunikasi di sejumlah desa sempat terputus akibat tanah longsor yang merusak infrastruktur.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Tekankan Penguatan Sinergi Daerah–Pusat untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi pada PTBI tahun 20250
- Kreativitas Banua Mengalun: Borneo Sasirangan & Craft Festival Resmi Dibuka0
- Pemprov Kalsel Titip Harapan Besar! Ketua IKA UNAIR Kalsel Resmi Dilantik0
- Ratusan ASN dan Komunitas Sepeda Ramaikan Gowes Bersama HUT ke-54 KORPRI di Banjarbaru0
- Polda Kalsel Musnahkan 1,4 Kg Sabu rungkus 57 Tersangka0
Sementara itu di Sumatra Utara, wilayah Langkat, Mandailing Natal, dan Deli Serdang terdampak banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba. Selain merendam permukiman, banjir juga merusak lahan pertanian, jembatan gantung, serta fasilitas pendidikan.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan bergerak cepat membuka dapur umum, mengevakuasi korban, serta menyalurkan kebutuhan mendesak seperti makanan, selimut, dan obat-obatan. Namun akses yang sulit dan kondisi cuaca yang belum stabil menjadi tantangan besar dalam penanganan darurat. (/smartbanua)
