- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
- Karhutla Kepung RSJ Sambang Lihum, Pasien Terpaksa Dievakuasi
Hadapi Puncak Kemarau, Pemprov Kalsel Perkuat Kompetensi Damkar

Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran yang berpotensi meningkat saat musim kemarau melalui pelaksanaan In House Training Diklat Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I dan Petugas Penyuluh Lapangan Tahun 2026.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, serta kesiapan personel pemadam kebakaran dan penyuluh lapangan dalam mencegah maupun menangani kebakaran di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman.
Baca Lainnya :
- Silaturahmi Gubernur H. Muhidin Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI); Sinergi Peluang Kerja Aman dan Berkualitas bagi Masyarakat 0
- Kalsel Siapkan Perdagangan Karbon sebagai Sumber Ekonomi Masa Depan0
- Gubernur H. Muhidin Launching Layanan Devisa Bank Kalsel; Siap Layani Transaksi Internasional 0
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel di Barito Kuala0
- BAILANG PAKACIL Tembus Rawa Paminggir, PastikanLayanan Adminduk hingga Pelosok0
Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, mengatakan kebakaran merupakan bencana yang dapat menimbulkan kerugian besar, tidak hanya secara materi tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan lingkungan.
“Kondisi tersebut menuntut kesiapan dan kemampuan yang memadai dari seluruh petugas yang memiliki tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” ujarnya di Banjarbaru.
Menurut Maulana, pelatihan ini tidak hanya membekali petugas dengan kemampuan memadamkan api, tetapi juga keterampilan penyelamatan, mitigasi risiko, serta kemampuan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
Selain itu, petugas penyuluh lapangan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini.
Ia mengungkapkan, berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan saat pembentukan Satgas Karhutla, puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah.
“Karena itu, kehadiran petugas yang terlatih, tangguh, dan memiliki kompetensi yang memadai menjadi sangat penting,” katanya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat disiplin, kerja sama, dan solidaritas dalam menghadapi berbagai situasi kebakaran dan bencana lainnya.
Pemprov Kalsel berharap penguatan kapasitas sumber daya manusia ini dapat mendukung pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat, terutama saat menghadapi periode rawan kebakaran pada musim kemarau mendatang. (smartbanua)
