- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Gubernur Kalsel Usul Makam Bergizi Gratis Dikelola Sekolah, Tekan Pemborosan

Banjarbaru : Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dapat dialihkan ke masing-masing sekolah.
Menurut Gubernur Kalsel, Muhidin, usulan ini dinilainya dapat menekan pemborosan anggaran dan efektifitas program di lapangan.
Baca Lainnya :
- Sidang Perdana Jumran, Nekat Menghabisi Nyawa Juwita Karena Tekanan Menikah0
- Kloter Pertama Haji Kalsel Terbang Melalui Bandara Syamsudin Noor0
- Budayakan Memilah Sampah Dari Rumah, Pemprov Kalsel Gelar Pilah Sampah Dapat Sembako0
- Hadapi Demo BEM se-Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tegaskan Komitmen Perbaikan Pendidikan di Banua0
- Limbah Medis Dibuang Dekat Pemukiman Warga Ditreskrimsus Selidiki Diduga Rumah Sakit Terlibat0
Hal itu disampaikan di sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalimantan Selatan 2025-2029, Senin (5/5/2025) di Banjarbaru.
"Demi efektifitas pelaksanaan program di lapangan dan menekan anggaran yang terpotong para pihak, maka kita akan mengusulkan kepada pemerintah agar program MBG langsung dikelola masing-masing sekolah," tutur Muhidin.
Dengan demikian program MBG dapat melibatkan UMKM di daerah. Serta menu makanan yang disesuaikan dengan makanan khas daerah, namun tetap mengutamakan kualitas dan nilai gizi bagi siswa.
"Menu makanan dapat menggunakan makanan khas daerah yang lebih disukai siswa. Sesuai kewenangannya sekolah tingkat SD-SMP menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota dan jenjang SMA-SMK menjadi tanggung jawab provinsi," ujarnya.
Ditambahkan Muhidin program MBG merupakan program yang sangat bagus, sehingga dirinya mengajak seluruh kepala daerah agar memaksimalkan dan mensukseskan program MBG ini.
Seperti diketahui pelaksanaan program MBG banyak menghadapi kendala di lapangan. Pemprov Kalsel sendiri sejatinya telah menyiapkan anggaran MBG yang diambil dari efisiensi anggaran daerah mencapai Rp300 miliar lebih. Setelah adanya perubahan kebijakan dimana pelaksanaan MBG diambil alih pemerintah pusat (BGN), dana tersebut akan diperuntukkan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah di daerah. (smartbanua)
