- Komisi I DPR RI Kunjungi Markas Korem 101/Antasari Bahas Kodam Baru
- Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua
- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
Fenomena Motor Brebet di HST, Warga Keluhkan Pertalite Diduga Bermasalah

Hulu Sungai Tengah, smartbanua.com – Puluhan sepeda motor warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami brebet (tersendat) hingga mati total setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Fenomena ini telah berlangsung sejak akhir Oktober lalu dan semakin banyak dikeluhkan warga hingga November 2025.
“Fenomena sepeda motor brebet ini sudah terjadi sejak akhir Oktober hingga sekarang. Rata-rata motor matic yang datang ke bengkel mengalami masalah serupa,” ujar Amat, salah satu pekerja bengkel di Barabai, Rabu (26/11/25).
Baca Lainnya :
- Disdikbud Kalsel Gelar Festival Wayang Kulit Banjar untuk Apresiasi Seniman Pewayangan0
- Pemprov Kalsel Percepat Penerbitan SK PPPK Paruh Waktu, 6.403 Pegawai Segera Dilantik0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Rakor Pendidikan 2025, Perkuat Sinergi dan Rayakan Hari Guru Nasional0
- Apresiasi Pendidikan Kalsel 2025: Gubernur Muhidin Anugerahkan Penghargaan untuk Daerah dan Pendidik Berprestasi0
- Kelurahan Kelayan Tengah Deklarasikan Kampung Bebas dari Narkoba0
Menurutnya, sejak awal bulan ia sudah menangani puluhan motor dengan gejala brebet, mendadak mati, hingga mesin tak bisa menyala sama sekali. Mayoritas motor yang masuk adalah tipe matic seperti Honda Scoopy, Beat, Vario, PCX, hingga beberapa jenis motor lainnya.
“Penanganannya macam-macam. Ada yang cuma perlu perbaikan ringan, tapi ada juga yang harus bongkar mesin total karena kerusakannya cukup parah. Tangki BBM-nya juga kami bersihkan,” tuturnya.
Amat mengungkapkan temuan yang turut membuatnya curiga: warna Pertalite yang berbeda dari biasanya. “Warnanya agak hijau terang. Dan ini mengendap di busi pembakaran, jadi beberapa busi juga harus diganti,” jelasnya.
Akibat kejadian ini, warga HST disebut ramai-ramai beralih ke Pertamax. Dalam beberapa waktu terakhir bahkan sempat terjadi kekosongan stok Pertamax di sejumlah SPBU karena lonjakan permintaan mendadak.
Menanggapi keresahan warga, Kepala Bidang Perdagangan HST Aris Waluyo menyampaikan bahwa pihaknya sudah memanggil seluruh pengelola SPBU di HST untuk meminta klarifikasi terkait dugaan Pertalite bermasalah yang menyebabkan motor brebet, mogok, hingga alami kerusakan komponen mesin.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan kualitas bahan bakar tetap sesuai standar agar tidak merugikan masyarakat. “Kami sudah meminta penjelasan dari setiap SPBU. Klarifikasinya masih kami dalami,” katanya.
Aris mengimbau masyarakat tetap waspada dan melaporkan segera jika mendapati dugaan masalah serupa pada bahan bakar yang dibeli dari SPBU manapun. (smartbanua)
