- Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Terhadap Seorang Warga yang Diduga Tenggelam di Sungai Desa Rantau Nangka, Kabupaten Banjar
- Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- BAILANG PAKACIL Tembus Rawa Paminggir, PastikanLayanan Adminduk hingga Pelosok
- BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Kalsel hingga Pertengahan Juni
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XVIII 2026; Tekankan Semangat Bekerja Melayani Masyarakat Banua
- ASN Pemprov Tersandung Dugaan Pemerasan, Gubernur, Silahkan Proses
- Dinas ESDM Kalsel Minta Maaf, ASN nya Tersandung Pemerasan
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-16 Tuan Guru H Sofyan Noor bin Ahmad Sya ran di Martapura
- Desa Baringin Jadi Percontohan Penanganan Permukiman Terpadu di Kalsel
- Gubernur Dorong JMSI Kalsel Jaga Independensi
Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027



Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan secara resmi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergitas Stakeholder Menuju Tahun 2027 Zero Over Dimension Over Loading di Kalimantan Selatan". Kegiatan ini dilangsungkan di Grand Maya Hotel Banjarbaru, pada Selasa (28/4/2026).
Baca Lainnya :
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama0
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel 0
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan 0
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok0
Forum ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi, Dinas Perhubungan, penyedia jasa logistik, hingga asosiasi pengusaha angkutan guna merumuskan langkah konkret dalam mengeliminasi praktik kendaraan bermuatan berlebih yang selama ini menjadi "momok" bagi infrastruktur jalan di Bumi Lambung Mangkurat.
Dalam diskusi tersebut, beberapa urgensi utama yang ditekankan antara lain, Menurunkan angka kecelakaan fatal yang seringkali dipicu oleh kegagalan sistem pengereman dan ketidakstabilan kendaraan.
Mengurangi beban kerusakan jalan provinsi dan nasional yang memakan biaya perbaikan hingga triliunan rupiah setiap tahunnya, serta Penguatan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan timbangan portabel yang lebih terintegrasi.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. melalui Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa target tahun 2027 bukanlah sekadar angka, melainkan komitmen kolektif.
"Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Penertiban memerlukan komitmen dari hulu ke hilir, mulai dari pemilik barang, karoseri, hingga operator angkutan. Tujuan kita jelas: Kalimantan Selatan yang lebih aman dan jalan raya yang lebih awet bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut dari FGD ini, para stakeholder sepakat untuk menjalankan tiga pilar strategi meliputi Sosialisasi Masif dengan Edukasi berkelanjutan kepada pelaku usaha mengenai standarisasi kendaraan.
Normalisasi Kendaraan mendorong pemilik armada untuk memotong bagian kendaraan yang melebihi spesifikasi teknis (over dimension). Serta Pengawasan Terpadu Operasi gabungan secara berkala di titik-titik rawan perlintasan logistik. (/smartbanua)
