- Momentum HKG PKK 2026, Fathul Jannah Muhidin Hadiri Kajian Muslimah di Masjid Sabilal Muhtadin
- May Day di Mapolresta Banjarmasi Buruh Minta Outsourcing Dihapuskan dan Tuntut Kenaikan Upah
- Ribuan Buruh May Day di Mapolresta Banjarmasin, Minta outsourcing Dihapus
- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 2027
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel
- Sekdaprov M. Syarifuddin Pimpin Entry Meeting Pemprov Bersama BPKP Perwakilan Kalsel; Langkah Strategis Pengawasan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pemerintahan
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Terus Pengendalian Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga serta Ketersediaan Bahan Pokok
- Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
Dislutkan Kalsel Buatkan Rumah Ikan Pulihkan Sumberdaya Berkelanjutan

KBRN, Banjarmasin : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dislutkan Kalsel) kembali melakukan kegiatan Pembuatan dan Penenggelaman Rumah Ikan atau Fish Apartment di wilayah perairan Desa Setarap, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, pada 7–9 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi upaya mengatasi kerusakan ekosistem perairan akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan yang selama ini telah merusak habitat penting seperti terumbu karang. Rusaknya terumbu karang diketahui berpengaruh besar pada penurunan populasi ikan karena hilangnya fungsi terumbu sebagai daerah pemijahan, pengasuhan, pertumbuhan, hingga area mencari makan bagi berbagai spesies ikan.
Baca Lainnya :
- Job Fair 2025 Kalsel bakal diikuti Puluhan Perusahaan0
- Dinsos Kalsel Komitmen Bantu Kelompok Rentan Lewat Bimtek Program UEP-P dan PENA0
- Gubernur Kalsel Instruksikan Kesiapsiagaan Penuh Hadapi Karhutla 20250
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Semangati Mahasiswa dalam Seminar Nasional di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin 0
- Wisatawan Kalsel Kini Banyak Melirik Wisata Kulineerr0
Penurunan populasi ikan ini dapat dilihat dari menurunnya hasil tangkapan nelayan, semakin kecilnya ukuran ikan yang tertangkap, hingga semakin jauhnya daerah penangkapan. Melalui penenggelaman 50 modul rumah ikan di empat titik koordinat dengan kedalaman sekitar 7 meter, Dislautkan Kalsel berharap ekosistem perairan dapat pulih sehingga populasi ikan kembali meningkat.
“Rumah Ikan atau Fish Apartment ini dirancang menggunakan material partisi plastik jenis Polypropylene yang ramah lingkungan, dengan banyak celah dan sekat untuk melindungi telur, larva, hingga ikan-ikan kecil. Dalam radius 100–200 meter dari rumah ikan, nelayan dapat menangkap ikan dengan lebih mudah dan efisien,” jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono di Banjarbaru, Kamis (10/7/2025)
Rusdi menambahkan, Rumah Ikan terbukti efektif memperbaiki ekosistem perairan yang rusak. “Dari berbagai lokasi sebelumnya, terlihat pertambahan jenis ikan, peningkatan hasil tangkapan, bahkan tercipta sentra ekonomi baru melalui perikanan dan wisata bahari. Kami berharap program ini mendongkrak kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu,” ungkapnya.
Penenggelaman 50 modul rumah ikan kali ini dilakukan di empat titik koordinat, yaitu Titik 1: 3°48’40.3”S 115°32’54.6”E , Titik 2: 3°48’42.0”S 115°32’51.3”E, Titik 3: 3°48’45.0”S 115°32’51.5”E dan Titik 4: 3°48’43.3”S 115°32’54.9”E
Dengan usia ketahanan rumah ikan yang diperkirakan mencapai 30–50 tahun, diharapkan perairan Desa Setarap dapat pulih menjadi habitat alami yang produktif, sekaligus menjadi kawasan penangkapan ikan yang berkelanjutan.
“Kita ingin perairan kita tetap lestari, masyarakat pesisir sejahtera, dan anak cucu kita masih bisa menikmati kekayaan laut Kalimantan Selatan di masa depan,” tutup Rusdi Hartono.(smartbanua)
